Anies Merasa Jadi Korban Imajinasi Revitalisasi TIM

    Cindy - 30 November 2019 05:58 WIB
    Anies Merasa Jadi Korban Imajinasi Revitalisasi TIM
    Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. MI/Ramdani.
    Jakarta: Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menilai ada perbedaan pandangan antara pihaknya dengan para seniman terkait revitalisasi Taman Ismail Marzuki (TIM). Perbedaan ini dianggap sebagai penyebab kritik bertubi-tubi pada Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI.

    "Soal pembangunan TIM ini kalau imajinasinya berbeda repot. Orang-orang membuat imajinasi, lalu kami yang disalahkan," kata Anies dikutip dari Antara, di Jakarta, Jumat, 29 November 2019.

    Anies melanjutkan perbedaan pandangan tersebut memunculkan penolakan para seniman. Khususnya terkait rencana pembangunan hotel bintang lima di kompleks TIM.

    "Karena imajinasi soal TIM yang kita buat beda dengan imajinasinya (para seniman), maka itu kami disalahkan," ucapnya.    

    Pemprov DKI Jakarta, kata dia, berencana menjadikan kawasan TIM sebagai pusat kesenian dan kebudayaan bertaraf internasional. Dia ingin kawasan TIM disambangi pelaku-pelaku seni dari seluruh dunia.

    Menurutnya, pembangunan hotel dan wisma itu akan memudahkan para seniman dari berbagai belakan dunia mencari tempat menginap. Mereka tak perlu lagi repot mencari penginapan saat berkunjung ke Jakarta.

    "Pelaku seniman dunia itu datang ke Jakarta tidak tinggal di luar (komplek TIM), tapi bisa di dalam. Selama 24 jam di situ," terang Mantan Pendidikan dan Kebudayaan itu.
     
    PT Jakarta Propertindo (Jakpro) pasrah pembangunan hotel bintang lima di wisma TIM dihentikan. Jakpro akan membangun sebuah gelanggang terbuka atau amphitheater sebagai gantinya.
     
    Direktur Utama Jakpro Dwi Wahyu Daryoto mengatakan pembangunan amphitheater belum memiliki anggaran. DPRD DKI juga telah menyunat anggaran revitalisasi TIM menjadi Rp1,6 triliun.
     
    Jakpro telah bertemu seniman membahas pembangunan hotel bintang lima itu. Rencana itu tak disetujui para seniman.
     
    Corporate Secretary Jakpro Hani Sumarno menyebut diskusi dihadiri beberapa seniman seperti budayawan Radhar Panca Dahana dan pengamat teater Arie Batubara. Radhar konsisten tak ingin ada penginapan di TIM.
     
    "Segala bentuk yang sifatnya menghasilkan dana yang masuk rekening. Beliau enggak berkenan, jadi kami tampung semuanya," kata Hani di Jakarta, Kamis, 28 November 2019.



    (ADN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id