Pembuktian Harta Terbalik, Ahok: KPK Tak Perlu Lagi OTT

    LB Ciputri Hutabarat - 07 September 2016 11:26 WIB
    Pembuktian Harta Terbalik, Ahok: KPK Tak Perlu Lagi OTT
    Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)/ANT/Wahyu Putro
    medcom.id, Jakarta: Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) kembali mendengungkan pembuktian harta terbalik diatur dalam UU Pilkada. Cara ini dianggap ampuh menekan angka korupsi pejabat.

    Ahok dikenal sebagai orang yang paling lantang menyuarakan pejabat publik menyerahkan laporan harta kekayaan pejabat negara (LHKPN) kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Ambisi Ahok ini diperkuat komitmen Indonesia di Konvensi PBB untuk melawan korupsi dan tertuang dalam UU nomor 7 tahun 2006.

    "Jadi kalau ada pejabat yang tak bisa membuktikan hartanya bisa langsung dianggap korupsi. Jadi KPK juga tidak capek-capek lagi OTT," tegas Ahok di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Rabu (7/9/2016).

    Ahok mengklaim sudah lama menyuarakan pembuktian harta terbalik diatur secara resmi dalam UU. Menurut Ahok, usulan itu sudah ia suarakan sejak menjadi anggota DPR RI.

    "Sampai-sampai dibilang kalau pasal ini jadi, ini pasalnya 'Ahok'," ucap bekas Bupati Belitung Timur ini.

    Dengan cara ini, kata Ahok, orang akan berpikir dua kali sebelum menjadi pejabat atau kepala daerah. Sebab, pejabat harus siap dibuktikan dari kekayaan, pemasukan, pengeluaran, sampai sumber pemasukkannya.

    "Jadi enggak sembarangan lagi yang jadi pejabat. Supaya enggak ada lagi pejabat yang korupsi," ucap Ahok.

    Belakangan, begitu banyak pejabat terjaring OTT KPK. Lemahnya peraturan soal harta kekayaan calon pejabat maupun pejabat menjadi salah satu faktor fenomena ini.

    Baru-baru ini, KPK menangkap tangan Bupati Banyuasin Yan Anton Ferdian. Yan menambah daftar panjang pejabat daerah yang masuk bui karena memperkaya diri sendiri.

    KPK menangkap Yan di kediamannya di Jalan Lingkar Nomor 1, Kompleks Perumahan Pemkab Banyuasin sekira pukul 13.30 WIB, Minggu 4 September. Penangkapan terjadi saat Yan tengah menggelar pengajian persiapan keberangkatan ibadah haji.



    (OJE)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id