Pemprov DKI Ajukan Kasasi Terkait Bidara Cina

    Achmad Zulfikar Fazli - 03 Mei 2016 07:46 WIB
    Pemprov DKI Ajukan Kasasi Terkait Bidara Cina
    Suasana sebuah proyek di Kali Ciliwung di kawasan Bidara Cina, Jakarta, Kamis (28/4). Foto: ANTARA FOTO/Rosa Panggabean.
    medcom.id, Jakarta: Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah mengajukan kasasi terkait gugatan yang dimenangkan warga Bidara Cina di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN). Gugatan ini dilayangkan atas keluarnya Surat Keputusan Gubernur DKI Nomor 2779/2015 tentang Penetapan Lokasi Pembangunan Inlet Sodetan Kali Ciliwung menuju kanal banjir timur.

    "Kita sudah ajukan kasasi, karena itu proses pengadaan tanah kan. Kalau kalah di PTUN enggak banding, langsung ajukan kasasi," kata Kepala Biro Hukum DKI Jakarta Yayan Yuhana di Gedung KPK, Jalan H. R. Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (2/5/2016).

    Yayan mengungkapkan, Kasasi ini sudah diajukan sejak Rabu 27 April 2016. Saat ini Pemprov DKI tengah melengkapi berkas kasasi yang telah diajukan tersebut.

    "Sekarang kita sedang menyusun memorinya (kasasi)," lanjut Yayan.

    Sebelumnya warga Bidara Cina tak terima dengan kebijakan pemerintah provinsi DKI yang menggusur wilayah tersebut agar dijadikan sodetan. Keseriusan warga menolak kebijakan itu dibuktikan dengan mengajukan gugatan ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Jakarta dengan Nomor 59/G/2016/PTUN-JKT.

    Majelis Hakim PTUN Jakarta pada Senin 25 April lalu mengabulkan seluruh gugatan warga Bidara Cina. Salah satu dasar gugatan warga, yakni perubahan luas pembangunan lokasi sodetan Kali Ciliwung dari 6.095,94 meter persegi menjadi 10.357 meter persegi.

    Ditambah lagi banyak batas-batasnya yang tidak dijelaskan terlebih dahulu kepada warga dan penetapan lokasi sodetan Kali Ciliwung yang berubah tanpa sepengetahuan warga. Diketahui lahan warga tersebut akan dijadikan dinding turap dan terkena proyek normalisasi Kali Ciliwung.

    Dengan dikabulkannya gugatan tersebut, Ahok harus mencabut Surat Keputusan Gubernur DKI Nomor 2779/2015 tentang Penetapan Lokasi Pembangunan Inlet Sodetan Kali Ciliwung menuju kanal banjir timur.

    Ahok sebelumnya mengatakan akan mengajukan kasasi terhadap putusan PTUN. 

    Di samping itu, meski kalah di pengadilan, Ahok memastikan proyek sodetan kali Ciliwung terus berjalan. Sebab, jika terus dihambat maka banjir tidak dapat dicegah lagi.

    "Banjir kemarin juga volume air di Ciliwung sudah berkurang 60 kubik per detik dibuang ke Kanal Banjir Timur. Kalau anda digugat seperti ini, jadi lambat," jelas dia.

    Ahok juga memaparkan, dalam proyek tersebut terdapat dua bor. Namun, lantaran ada gugatan, salah satu bor tidak bisa turun.



    (DEN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id