comscore

Antisipasi Hepatitis Akut, DKI Kaji Opsi Pembelajaran Daring

Antara - 11 Mei 2022 21:35 WIB
Antisipasi Hepatitis Akut, DKI Kaji Opsi Pembelajaran Daring
Wagub DKI Jakarta Ahmad Riza Patria. Foto: Branda Antara.
Jakarta: Pemerintah Provinsi DKI Jakarta masih mengkaji proses pembelajaran secara daring. Opsi ini dipertimbangkan guna mengantisipasi penyebaran penyakit hepatitis akut yang belum diketahui penyebabnya.

"Ini masih kami pelajari apakah akan kembali daring, kami akan lihat," kata Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria di Jakarta, Rabu, 11 Mei 2022.
Pemprov DKI juga masih menunggu kebijakan pemerintah pusat soal kelangsungan proses pembelajaran sekolah di tengah kasus penyakit hepatitis akut. Badan Kesehatan Dunia (WHO), lanjut dia, sudah menetapkan kasus hepatitis akut itu menjadi kejadian luar biasa (KLB) karena ditemukan di sejumlah negara, termasuk Indonesia.

Riza mengatakan terdapat 10.429 sekolah atau satuan pendidikan di Jakarta yang melaksanakan pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas. Proses belajar dan mengajar satuan pendidikan di Jakarta akan dimulai pada Kamis, 12 Mei 2022.

Riza menyebutkan ada 21 kasus dugaan hepatitis akut yang ditemukan di Jakarta dengan korban meninggal tiga orang anak-anak. "Namun demikian ini masih dalam proses penyelidikan epidemiologi," ucap Riza Patria.

Baca: Tiga Warga di Dua Kecamatan di Jakpus Diduga Terjangkit Hepatitis Akut

Riza tidak memerinci sebaran 21 kasus hepatitis. Namun, Riza menjelaskan penyakit itu tidak hanya menyerang anak-anak, melainkan juga dewasa. Ia meminta masyarakat untuk menerapkan gaya hidup bersih dan sehat untuk mencegah terjangkit penyakit hepatitis akut.

"Tetap laksanakan protokol kesehatan sekalipun pandemi sudah menurun gejalanya sudah berkurang, tetap laksanakan prokes. Kedua, kami minta khususnya anak-anak yang mudah terjangkit untuk ditunda dulu bermain di tempat umum," ucap dia.

Sebelumnya, Juru Bicara Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi mengatakan jumlah pasien yang meninggal diduga akibat hepatitis akut dilaporkan bertambah dari tiga orang menjadi lima. Nadia mengatakan lima pasien meninggal dunia ini dilaporkan di DKI Jakarta, Jawa Timur dan Sumatra Barat.

(AGA)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id