TNI-Polri Gandeng RT-RW Cegah Demo Anarkistis

    Siti Yona Hukmana - 19 Oktober 2020 17:58 WIB
    TNI-Polri Gandeng RT-RW Cegah Demo Anarkistis
    Jajaran Polres Metro Jakarta Barat bersama Kodim 0503 mengadakan apel bersama RT/RW/Istimewa.
    Jakarta: Jajaran Polres Metro Jakarta Barat bersama Kodim 0503 menggandeng rukun tetangga (RT) dan rukun warga (RW) setempat. Hal ini untuk mencegah demo berujung ricuh, seperti unjuk rasa penolakan Undang-Undang Cipta Kerja (UU Ciptaker) pada 8 Oktober 2020. 

    "Kami berinisiatif dengan Pak Dandim (0503 Inf Dadang Ismail Marzuki) mengumpulkan para rukun tetangga (RT) dan atas instruksi Pak Camat pertama ingin menyamakan presepsi dulu," kata Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Audie di Stadion Tamansari, Jalan Mangga Besar, Jakarta Barat, Senin, 19 Oktober 2020. 

    Hal itu disampaikan Audie dalam apel kesiapsiagaan Ibu Kota mencegah aksi demo berujung ricuh. Kegiatan dimaksudkan menyampaikan persepi, agar aksi tak disusupi oknum-oknum yang menginginkan kericuhan. 

    Ia berkaca pada demo Kamis, 8 Oktober dan Selasa, 13 Oktober 2020. Sejumlah fasilitas umum dari halte bus TransJakarta hingga pos polisi dirusak dan dibakar perusuh. Sebanyak 131 orang ditetapkan sebagai tersangka imbas kerusuhan itu. 

    Audie mengaku mendapat laporan akan ada kelompok masyarakat yang ingin melawan para perusuh itu. Audie tak ingin hal itu terjadi. 

    "Kita sudah sepakat dengan Pak Dandim jangan sampai terjadi ada bentrok antar warga jadi kami menyamakan presepsi, sudah warga jaga rumahnya masing-masing aja, nanti kami TNI-Polri yang jaga diluar. Kami yang di kalan, mereka enggak usah turun ke jalan," ungkap Audie. 

    Baca: TNI-Polri Latih Tactical Wall Games Antisipasi Demo Susulan

    Audie mengimbau warga tidak terprovokasi. Dia meyakini masyarakat cerdas melihat aksi demo yang benar dan aksi yang hanya ingin membuat rusuh. 

    "Kalau yang dibawa itu spanduk, toa, bendera dan sebagainya itu mau unjuk rasa. Kalau yang dibawa bom molotov, celurit, dan batu, ya Anda bisa menilai sendiri apa yang mereka ingin lakukan," tutur Audie. 

    Dandim 0503 Jakarta Barat Kolonel Inf Dadang Ismail Marzuki mengatakan TNI mendukung Polri mengamankan aksi demo. Menurut Dadang peran TNI-Polri juga perlu dukungan dari masyarakat agar tercipta keamanan, dan keteriban masyarakat (kamtibmas) yang aman dan lancar. 

    Adapun warga yang dilibatkan dalam kegiatan ini adalah para ketua RT dan ketua RW se-Jakarta Barat. Tujuannya, untuk mengimbau warganya tidak turun ke jalan.

    "Seperti mengingatkan para siswa dan pelajar, lebih baik di rumah saja, tidak boleh ikut aksi teman-temannya dan sebagainya. Jadi kita bisa lebih membedakan," kata Dadang.

    Serikat buruh dan Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) akan menggelar demontrasi saat satu tahun kepemimpinan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Ma'ruf Amin pada Selasa, 20 Oktober 2020. Unjuk rasa terpusat di Patung Kuda Arjuna Wijaya, Jakarta Pusat.

    (ADN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id