Anies Diminta Konsisten Jalankan Larangan Kantong Plastik

    Antara - 10 Januari 2020 20:28 WIB
    Anies Diminta Konsisten Jalankan Larangan Kantong Plastik
    Ilustrasi. (Foto: MI/Sumaryanto).
    Jakarta: Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan diminta konsisten menjalankan Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 142 Tahun 2019 tentang Kebijakan Pelarangan Penggunaan Kantong Plastik di Jakarta. Anies diminta fokus dan tidak berpolemik dengan pihak-pihak yang mempersoalkan aturan tersebut.

    "Sekarang, lebih baik Pemprov DKI gencar melakukan sosialisasi ke masyarakat. Masyarakat mesti dibiasakan, tidak menggunakan kantong plastik. Efeknya, tidak sekarang. Tapi ini jangka panjang menjaga lingkungan," kata Anggota Komisi B DPRD DKI Ichwanul Muslimin di Gedung DPRD DKI Jakarta, Jumat, 10 Januari 2020.

    Anul menjelaskan sampah plastik bukan berasal dari senyawa biologis, melainkan bersifat sulit terdegradasi atau hancur. Plastik membutuhkan waktu 100 hingga 500 tahun untuk terurai sempurna.

    "Saya juga usulkan, agar Pemprov juga buatkan regulasi penggunaan plastik organik," ujar dia.

    Menurut politikus Partai Gerindra itu, Anies tidak perlu ragu dengan protes dari pengusaha ritel atau pelaku usaha yang bergantung dengan plastik. Pengusaha justru seharusnya membiasakan dengan kantung berulang kali pakai.

    "Bagaimana penyediaan pengganti kantong plastik. Pelaku usaha harus siapkan itu. Bisa siapkan 'goodie bag' atau kantong ramah lingkungan lainnya," kata dia.

    Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) DKI itu mengatakan sampah plastik bisa mencemari tanah, air, laut dan bahkan udara. Terlebih, ada racun dari partikel plastik yang masuk ke tanah akan membunuh hewan-hewan pengurai seperti cacing.

    "Di Jakarta, air masuk ke tanah harus cepat. Nah, kantong plastik akan mengganggu jalur air yang teresap ke dalam tanah. Saya sudah sampaikan di awal. Ini menjaga lingkungan untuk jangka panjang," ucapnya.

    Pada Pasal 5 dalam Pergub Nomor 142 Tahun 2019 tentang Kewajiban Penggunaan Kantong Belanja Ramah Lingkungan disebutkan larangan tersebut diberlakukan di tempat perbelanjaan seperti toko, swalayan dan pasar rakyat. Tempat perbelanjaan itu harus menggunakan kantong ramah lingkungan.

    "Ini mesti ada pengawasan. Artinya, koordinasi antar Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait harus berjalan. Saya katakan, harus dibiasakan. Nanti, lama-lama juga warga terbiasa," pungkas Anul.



    (JMS)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id