BPS: Penduduk Miskin di Indonesia Sebanyak 27,77 Jiwa

    Arga sumantri - 10 Desember 2017 14:23 WIB
    BPS: Penduduk Miskin di Indonesia Sebanyak 27,77 Jiwa
    Warga miskin tengah beraktifitas di bantaran rel kereta api kawasan Kebon Melati, Tanah Abang. (MI/PANCA SYURKANI)
    Bogor: Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat angka kemiskinan Indonesia ada di angka 10,64 persen, atau 27,77 juta jiwa per Maret 2017. Persentase penduduk miskin tertinggi ada di Provinsi Papua, yakni sebesar 27,62 persen, sedangkan terendah secara provinsi ditempati DKI dengan 3,77 persen.

    Deputi Bidang Statistik Sosial BPS, M Sairi Hasbullah membeberkan data jumlah penduduk miskin menurut provinsi hingga Maret 2017. Di Papua, ada total 898 ribu jiwa yang tercatat sebagai penduduk miskin. Sementara, ada 228 ribu orang di Papua Barat.

    Sebanyak 1,151 juta penduduk miskin tercatat ada di Nusa Tenggara Timur, lalu 321 ribu orang di Maluku, dan 205 ribu orang di Gorontalo. Kemudian, ada 873 ribu orang di Aceh yang terdata sebagai penduduk miskin, 317 ribu orang di Bengkulu, 794 ribu orang di Nusa Tenggara Barat, 418 ribu orang di Sulawesi Tengah,  1,132 juta jiwa di Lampun, 1,087 juta jiwa di Sumatera Selatan, dan 489 ribu jiwa di Yogyakarta.

    Data BPS juga menunjukkan jumlah penduduk miskin cukup banyak ada di tiga provinsi pulau Jawa, yakni Jawa Tengah, Jawa Barat, dan Jawa Timur. Sampai Maret 2017, tercatat ada 4,451 juta penduduk miskin di Jawa Tengah, 4,617 juta penduduk miskin di Jawa Timur, dan 4,168 juta penduduk di Jawa Barat.

    Kemudian, jumlah penduduk miskin di Sulawesi Tenggara tercatat sebanyak 332 ribu jiwa, Sulawesi Barat 150 ribu jiwa, Sumatera Utara 1,454 juta jiwa, Sulawesi Selatan 813 ribu jiwa, Jambi 287 ribu jiwa, Sulawesi Utara 199 ribu jiwa, Kalimantan Barat 387 ribu jiwa, Riau 515 ribu jiwa, dan Kalimantan Utara 49 ribu jiwa. Lalu, ada 365 ribu penduduk miskin di Sumatera Barat, 76 ribu jiwa di Maluku Utara, 220 ribu jiwa di Kalimantan Timur, 125 ribu jiwa di Kepulauan Riau, dan 675 ribu jiwa di Banten.

    Sedangkan, ada 139 ribu penduduk miskin di Kalimantan Tengah, 74 ribu di Bangka Belitung, 194 ribu jiwa di Kalimantan Selatan, 180 ribu jiwa di bali, dan terkahir 390 ribu jiwa di DKI Jakarta.

    Sairi menyatakan, kategori penduduk miskin ditetapkan berdasarkan batas angka garis kemiskinan per Maret 2017 sebesar Rp374.478 secara Nasional, dan Rp401.537 di Kalteng, per kapita per bulan. Hitung-hitungan angka garis kemiskinan didapat dari batas garis kemiskinan sebesar 2100 kilo kalori per kapita per hari ditambah pengeluaran paling dasar non makanan.

    "Maknanya, mereka yang di bawah garis kemiskinan tersebut memang hidupnya hanya mampu memenuhi kebutuhan hidup paling dasar," kata Sairi dalam Workshop Peningkatan Wawasan Statistik di Sentul, Bogor, Jawa Barat, Minggu 10 Desember 2017.

    Ia juga membeberkan, per Maret 2017, komoditi makanan menyumbang 73,31 persen pada garis kemiskinan. Sedangkan komoditi non makanan menyumbang 26, 69 persen.

    "Peranan Komiditi makanan terhadap garis kemiskinan menyumbang jauh lebih besar dibandingkan peranan komoditi bukan makanan," ujarnya.



    (LDS)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id