Anies Dianggap Tidak Transaparan Selama Tiga Tahun Memimpin Jakarta

    Sri Yanti Nainggolan - 15 Oktober 2020 14:50 WIB
    Anies Dianggap Tidak Transaparan Selama Tiga Tahun Memimpin Jakarta
    Balai Kota DKI Jakarta. MI/Arya Manggala
    Jakarta: Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dianggap tidak transparan dalam mengelola anggaran selama tiga tahun memimpin Ibu Kota. Para legislator tidak mengetahui penggunaan anggaran yang dilakukan Pemprov DKI.

    "Sehingga kebijakan dan perencanaan tak efisien dan masyarakat tak bisa merasakan pembangunan," kata anggota Fraksi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) DPRD DKI William Aditya dalam diskusi daring, Kamis, 15 Oktober 2020.

    Pada masa kepemimpinan Basuki 'Ahok' Tjahaja Purnama, semua Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) dan Kebijakan Umum Anggaran dan Plafon Prioritas Anggaran Sementara (KUA-PPAS) APBD DKI dipublikasi hingga APBD disahkan. Di era Anies, APBD dipublikasi setelah disahkan dalam e-budgeting.

    "Seharusnya rancangan anggaran dipublikasi di tahapan proses, apalagi KUA-PPAS yang menentukan pagu anggaran," kata dia.

    Baca: Pendapatan DKI pada 2019 Mencapai Rp62,30 Triliun

    Menurut dia, sikap tidak transparan itu menyulitkan DPRD DKI dalam mengawasi anggaran Pemprov DKI. Dia mendorong Anies untuk lebih terbuka dalam pengelolaan anggaran.

    "(Publikasi) penting karena itu uang masyarakat. Ini hal mendasar," ucap dia.

    DPRD DKI juga kesulitan menyisir anggaran satu per satu karena tak dipublikasi di e-budgeting. Ekskutif hanya memberikan dalam bentuk fisik salinan cetak atau PDF. Dokumen itu pun diberikan dalam waktu yang mepet sehingga legislator tak maksimal dalam menelitinya.

    "Dokumen diberi dua hari sebelumnya, bahkan 15 menit sebelum rapat dimulai. Kita sisir saat itu juga," terang dia.

    (AZF)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id