Sandiaga: Pariwisata di Jakarta Memprihatinkan karena Pandemi

    Insi Nantika Jelita - 20 April 2021 03:52 WIB
    Sandiaga: Pariwisata di Jakarta Memprihatinkan karena Pandemi
    Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno. FOTO: Kemenparekraf



    Jakarta: Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno menilai kondisi pariwisata di Jakarta masih memprihatinkan. Kondisi ini terlihat dari tingkat okupansi hotel di Ibu Kota yang masih di bawah 40 persen.

    "Sekarang prihatin ya. Angka hunian hotelnya rendah. Angkanya masih dibawah 40 persen hunian hotel. (Sebanyak) 80 persen event tertunda. Kegiatan MICE (Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition) 47 persen dibatalkan," ujar Sandiaga saat bertemu dengan Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta Ahmad Riza Patria di Jakarta, Senin, 19 April 2021.






    Dia akan terus memantau pergerakan wisatawan di Ibu Kota selama masa pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) berskala mikro. Menurut dia, laju penularan kasus covid-19 akan berdampak pada jumlah wisatawan domestik di Jakarta.

    "Jadi proyeksi pariwisata akan sangat bergantung dengan angka penurunan covid. Kalau kita bisa tekan terus, saya lebih optimistis di semester kedua (2021) naik 15 hingga 20 persen," kata Sandiaga.

    Mantan Wakil Gubernur DKI itu mengatakan DKI Jakarta belum membuka koridor perjalanan atau travel corridor arrangement (TCA) untuk menerima turis asing. Pembukaan koridor perjalanan menunggu kasus covid-19 melandai.

    "Kami fokus (TCA) di Batam, Bali, dan Bintan," ujar dia.

    Baca: Kota Tua Diprediksi Ramai Imbas Larangan Mudik

    Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif memotret pariwisata di Tanah Air secara umum cukup memprihatinkan. Kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) pada 2020 dilaporkan turun hingga 75 persen.

    Pada 2019, jumlah wisman lebih dari 16 juta. Kemudian, turun menjadi 4,08 juta pada 2020.

    Lalu, jumlah tenaga kerja pariwisata juga mengalami penurunan, yakni menjadi 13,97 juta orang di 2020 dari sebelumnya 14,96 juta orang pada 2019.

    Capain devisa negara dari sektor pariwisata juga terimbas pandemi. Pada 2019, devisa sektor pariwisata mencapai US$16,9 miliar. Namun, pada 2020 turun drastis menjadi US$3,54 miliar.

    (AZF)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id