Masalah NIK Masih Menghambat Warga Binaan Dapat Vaksin Covid-19

    Christian - 02 Agustus 2021 15:22 WIB
    Masalah NIK Masih Menghambat Warga Binaan Dapat Vaksin Covid-19
    Warga binaan menjalani vaksinasi covid-19. Medcom.id/Christian



    Jakarta: Ribuan warga binaan di rumah tahanan dan lembaga pemasyarakatan di DKI Jakarta tidak bisa menerima vaksin covid-19. Warga binaan terkendala tidak memiliki Nomor Induk Kependudukan (NIK).

    "Memang masih ada warga binaan yang tidak tervaksin covid-19. Kita berharap mereka bisa mendapatkan vaksin," kata Kepala Divisi Administrasi Kanwil Kumham DKI Jakarta, Sorta Delima Lumban Tobing, di Rumah Tahanan (Rutan) Salemba Kelas 1 A, Jakarta Pusat, Senin, 2 Agustus 2021.

     



    Sorta menyebut syarat utama warga binaan bisa mendapatkan vaksin harus memiliki NIK. Pihaknya tengah mengupayakan agar warga binaan bisa mendapat vaksin.

    "Hari ini sedang diupayakan dari Kanwil DKI, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) DKI, dan Dirjen PAS (Pemasyarakatan) untuk mendapatkan NIK itu. Semoga bisa tuntas," tutur dia.

    (Baca: Kanwil Kemenkumham DKI Dapat 17 Ribu Dosis Vaksin Covid-19)

    Kepala Rutan Kelas 1A Salemba Jakarta Pusat, Yohanis Varianto, menargetkan 800 warga binaan divaksin hari ini. Kegiatan bakal digelar pada 2-4 Agustus 2021.

    Dia menyebut warga binaan di Rutan Kelas IA Salemba mencapai 3.347 orang. Namun, baru 2.413 warga binaan mendapatkan vaksin.

    "Warga binaan yang belum dapat divaksin ada 834 warga binaan. Mereka karena tidak memiliki NIK, sehingga tidak bisa ikut vaksin, tapi kami sudah mengajukan data mereka ke Dukcapil untuk pendataan NIK mereka, sehingga nanti mereka bisa ikut vaksin mandiri yang dilakukan oleh Nakes Rutan," papar dia.

    Yohanis berharap vaksinasi dapat membuat kekebalan kelompok atau herd imunity di dalam rutan. Apalagi warga binaan berada di dalam ruangan yang jumlahnya cukup banyak, sehingga bila salah satu terpapar, besar kemungkinan menulari warga binaan lain.

    Vaksin untuk Indonesia

    Dalam upaya mendukung vaksinasi di Tanah Air, Media Group bersama Slank menggelorakan kampanye sosial bertajuk "Vaksin untuk Indonesia". Kampanye ini adalah upaya untuk bersama-sama bangkit dari pandemi dan memupuk optimisme menuju normal baru dengan terus menjaga kesehatan fisik dan mental. Vaksin dalam tajuk ini bukan saja berarti "obat" atau "anti-virus", tetapi juga upaya untuk menguatkan kembali mental dan spirit kita di tengah kesulitan akibat pandemi.
     
    "Slank dan Media Group bikin gerakan yang bertema 'Vaksin untuk Indonesia'. Berharap lewat musik dan dialog, acara ini bisa menyemangati dampak pandemi yang mengenai kehidupan kita, supaya tetap semangat. Kita hibur supaya senang, supaya imun kita naik juga. Mengajak masyarakat untuk jangan takut untuk divaksin. Ini salah satu solusi untuk lepas dari pandemi," terang drummer Slank, Bimo Setiawan Almachzumi alias Bimbim.
     
    Program "Vaksin untuk Indonesia" tayang di Metro TV setiap hari Jumat, pukul 20.05 WIB. Dalam tayangan ini, Slank bukan saja menyuguhkan musik semata, tetapi juga menampilkan perjalanan ke sejumlah tempat dan berinteraksi dengan masyarakat dari berbagai latar belakang sosial.



    (REN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id