Strategi Anies Mengatasi Banjir Jakarta

    Sri Yanti Nainggolan - 16 Oktober 2019 06:46 WIB
    Strategi Anies Mengatasi Banjir Jakarta
    Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. ANT/Nova Wahyudi.
    Jakarta: Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyebut banjir di ibu kota disebabkan volume air dari hulu yang tak terkontrol. Anies juga menyebut permukaan tanah di Jakarta lebih rendah.

    "Jadi, membiarkan air dari hulu datang ke kota secepatnya dikirim ke pesisir akan bertemu dengan permukaan air laut yang lebih tinggi," tukas dia di Balairung Balaikota DKI Jakarta, Selasa, 15 Oktober 2019.

    Anies memutar otak mengakali kiriman air dari hulu tersebut. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan membangun kolam retensi di hulu. Sehingga, volume air yang mengalir ke Jakarta terkendali.

    Ia mencontohkan kawasan Kampung Melayu, Jakarta Timur, yang tetap banjir. Padahal, Pemprov DKI baru saja melakukan normalisasi sungai di wilayah itu. Seharusnya, kata Anies, kawasan itu telah bebas banjir.

    "Kenapa masih terjadi banjir? Karena masalahnya volume air yang dari hulu itu tidak dikendalikan," jawab ia.

    Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu mengaku telah berbicara dengan Presiden Joko Widodo dan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono. Ia mendorong strategi jangka panjang ini segera dilaksanakan.

    "Karena apa pun yang kita kerjakan di hilir, apalagi dengan ada permukaan air laut yang tinggi, kecepatan air yang tinggi dengan volume besar, tidak mungkin bisa dipompa dengan cepat sampai ke laut," jelas mantan Rektor Universitas Paramadina itu. 



    (DRI)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id