Tawaran Bike To Work dan Mitra Koalisi untuk Dishub DKI

    Putri Anisa Yuliani, Media Indonesia.com - 14 Juni 2021 03:44 WIB
    Tawaran Bike To Work  dan Mitra Koalisi untuk Dishub DKI
    Pesepeda road bike uji coba lintasan road bike JLNT Kampung Melayu-Tanah Abang tahap kedua. MI/Andri Widiyanto



    Jakarta: Bike to Work (B2W) Indonesia dan mitra koalisi (Road Safety Association Indonesia, Koalisi Pejalan Kaki, dan Komite Penghapusan Bahan Bakar Bertimbal) memprotes jalur khusus road bike (sepeda balap) di Jalan Layang Non Tol (JLNT) Kampung Melayu-Tanah Abang. Ketua Tim Advokasi B2W Fahmi Saimima mengatakan pihaknya memberikan beberapa pilihan kepada Dinas Perhubungan DKI Jakarta untuk mencegah terulangnya kebijakan diskriminatif.

    Salah satunya diskresi mengubah Peraturan Gubernur Nomor 12 Tahun 2016 tentang Pelaksanaan Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) atau Car Free Day (CFD). Pihaknya ingin pelaksanaan HBKB bisa lebih luas dengan membuka ruang publik sekaligus meningkatkan kualitas udara.

     



    "Kita beri catatan khusus yang tadi disepakati pertama CFD tersebut akan zonasi, untuk 'public space' umum, yakni sepeda umum lambat, lari, jalan kaki, segala macam. Itu di zona tengah Sudirman-Thmarin. Untuk zona khusus sepeda balap atau yang olahraga kecepatan tinggi bisa memakai JLNT untuk kembali lagi tidak apa-apa. CFD bisa dijadikan solusi bersama," kata Fahmi saat dihubungi Media Indonesia, Minggu, 13 Juni 2021.

    Dia mengingatkan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta hati-hati melaksanakan HBKB. Pelaksanaan mesti tetap mematuhi protokol kesehatan sebab masih dalam masa pandemi covid-19.

    "Pemberian jarak diatur dan harus diingat tidak boleh ada orang berdagang. Itu yang membuat kerumunan," beber dia.

    Solusi kedua memberlakukan kebijakan internasional tentang slow traffic zone. Yakni mengurangi kecepan di jalur campuran hanya 25-30 km/jam di kawasan-kawasan tertentu.

    Fahmi menilai keputusan itu tidak berpihak pada road bike. Dia menyebut usulan itu dari berbagai pihak termasuk pengendara bermotor.

    Usulan sebetulnya sudah pernah disampaikan. Namun, dia menyebut Dishub DKI tak peduli.

    "Kan ini dilatarbelakangi Dishub waktu merumuskan uji coba road bike diskusi hanya dengan ISSI dan road bike," ungkap dia.

    Kebijakan tersebut akan dirumuskan lebih matang dan mendengarkan pendapat seluruh pihak. Diskusi lanjutan akan digelar pada Senin, 14 Juni 2021 dan Rabu, 16 Juni 2021.

    (REN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id