Sepeda Listrik Migo Dievaluasi

    Husen Miftahudin - 25 Februari 2019 18:42 WIB
    Sepeda Listrik Migo Dievaluasi
    Salah satu unit sepeda listrik Migo di Migo Station. Medcom.id/Dian Ihsan Siregar.



    Jakarta: Kementerian Perhubungan (Kemenhub) sedang menguji tipe kendaraan roda dua Migo. Pengujian dilakukan untuk mengetahui pemenuhan standar keselamatan dari kendaraan roda dua berwarna kuning itu.

    Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub Budi Setiyadi mengatakan uji tipe Migo sejalan dengan regulasi klasifikasi sepeda motor listrik yang sedang dirancang Kementerian Perindustrian (Kemenperin). Beleid itu untuk membedakan antara sepeda listrik dan motor listrik.






    "Dari perindustrian sedang membuat satu regulasi menteri perindustrian untuk membuat klasifikasi sepeda dengan alat penggerak listrik. Kalau masuk ke klasifikasi itu (sepeda motor listrik), itu berarti Migo harus tunduk pada regulasi sepeda motor," ujar Budi di kantor Kemenko Perekonomian, Jalan Lapangan Banteng Timur, Jakarta Pusat, Senin, 25 Februari 2019.

    Bila Migo masuk klasifikasi sepeda motor listrik, lanjutnya, maka pengemudi harus memiliki surat izin mengemudi (SIM) C. Kondisi ini menjadi kekhawatiran penegak hukum lantaran beberapa pengemudi Migo merupakan anak di bawah umur.

    (Baca juga: Mitra Kaget Polisi Bakal Razia Sepeda Listrik Migo)

    "Saya lihat kemarin anak kecil menggunakan itu (Migo). Jadi saya kira tidak salah kalau polisi sudah mulai mempersoalkan kalau itu sepeda motor karena bentuknya mirip dengan sepeda motor," ungkap dia.

    Terkait layanan penyedia sewa pinjam Migo berbasis aplikasi, Budi tak mempersoalkan. Namun, dia menyayangkan aplikasi ini beroperasi tanpa melibatkan pihak Kemenhub.

    Budi khawatir bila Migo masuk klasifikasi motor listrik, maka pengguna aplikasi akan berubah. Persoalan ini, menurut dia, mirip dengan regulasi ojek daring.

    "Padahal ini bergerak pada bidang transportasinya, kitanya belum terlibat dari awal. Kemarin sudah rapat, sudah kita bahas bersama, tapi saya belum dilibatkan dari pihak Kominfo," jelasnya.

    Sebelumnya, Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya, Kompol Muhammad Nasir menegaskan bahwa setiap kendaraan bermotor harus memenuhi uji tipe yang dilakukan Kemenhub. 

    Migo memiliki spesifikasi yang berbeda dengan sepeda listrik. Dengan kecepatan maksimum mencapai 40 km per jam, kendaraan ini tak bisa disamakan dengan sepeda listik yang memiliki kecepatan maksimum 20 km per jam.

    (Baca juga: Pengguna Sepeda Listrik Migo Minimal 17 Tahun)
     

    (REN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id