Sebutan "Rumah Cantik" Menteng Berasal dari Sinetron

    Lis Pratiwi - 11 Juli 2017 06:25 WIB
    Sebutan
    Rumah cantik berubah wajah. Foto: Metrotvnews.com/Arga Sumantri
    medcom.id, Jakarta: Rumah bergaya kolonial di Jalan Teuku Cik Ditiro nomor 32-62, Menteng, Jakarta Pusat tinggal kenangan. Padahal sebelumnya, pintu dan jendela tinggi berwarna putih mendominasi tampak depan, bunga dan rerumputan menghias halaman.

    Keindahan ini membuat Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menetapkan bangunan tersebut sebagai cagar budaya golongan C. Warga yang lewat tak jarang dibuat kagum dengan keteduhan suasana rumah. Mereka kerap menyebutnya sebagai "Rumah Cantik".

    Istilah ini pun mendapat penjelasan dari Kepala Sektor Dinas Cipta Karya, Tata Ruang, dan Pertanahan (Dinas Citata) Kecamatan Menteng, Cindy Pangestuti. Menurutnya, Rumah Cantik hanya image yang dibentuk oleh masyarakat akibat sinetron yang mengambil setting di lokasi tersebut.

    "Awalnya sinetron yang mempopulerkan Rumah Cantik di kawasan Menteng itu, sudah lama tahun 1980an kayanya," kata Cindy saat ditemui Metrotvnews.com di Kantor Kecamatan Menteng, Jakarta Pusat, Senin 10 Juli 2017.

    Baca: Undang-undang Cagar Budaya Seolah tak Bertaring

    Cindy bahkan menyebut nama tokoh yang dinilai berperan saat produksi sinetron, yakni Raam Punjabi. Namun, ia tidak dapat memastikan keikutsertaan Raam dalam pencetusan istilah tersebut karena sudah terlampau lama.

    "Terkait sinetron yang dibikin Raam Punjabi dan sebagainya saya kurang tahu, istilah itu untuk mempopulerkan sinetronnya," jelas Cindy.

    Sebutan
    Rumah cantik yang merupakan cagar budaya kini dalam kondisi dibongkar. Foto: MI/Ramdani

    Bahkan, Cindy mengungkap penyebutan ini bisa saja sengaja dibuat oleh pihak tertentu dengan memanfaatkan kesuksesan sinetron tadi. Tujuannya untuk menaikkan nilai properti bangunan saat akan dijual.

    "Menggunakan popularitas itu dengan nama Rumah Cantik kan harganya jadi mahal. Itu kan prinsip ekonomi," katanya.

    Cindy juga tak mengelak jika penyebutan Rumah Cantik ini sangat terkenal. Bahkan saat ia mendapat tugas untuk mengawasi cipta karya di kawasan Menteng ia langsung mencari ragam informasi dan buku terkait Rumah Cantik, namun hasilnya nihil.

    "Jadi tidak ada rumah cantik, di buku cagar budaya pun tidak ada," tuturnya.

    Boleh dipugar

    Meski dikategorikan sebagai cagar budaya golongan C, Cindy mengaku bangunan Rumah Cantik dapat dipugar. Menurutnya, penjagaan orisinalitas cagar budaya golongan C memang tidak seperti golongan A dan B.

    Untuk kategori cagar budaya, golongan A sama sekali tidak boleh diubah, golongan B boleh diubah tapi harus mempertahankan keaslian tampak depan, sementara golongan C diizinkan mengubah seluruh bangunan.

    "Rumah cantik ini sama seperti rumah tinggal lainnya, standar modelnya gitu, indah juga karena banyak bunga-bunga," jelas Cindy.

    Baca: Pembeli Rumah Cantik, Orang Kuat yang Disebut Dewa Penolong

    Namun, Cindy mengatakan rangka atap harus tetap berbentuk limas seperti bangunan aslinya yang juga atap seluruh bangunan rumah tinggal di kawasan Menteng. Sementara, hilangnya bentuk asli bangunan tidak masalah.

    "Yang tidak boleh kalau dialihfungsikan untuk komersial karena peta wilayahnya kan untuk rumah tinggal," imbuh Cindy.



    (AZF)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id