Sopir Angkutan Umum dan Penumpang Ditindak Bila Melanggar PSBB

    Christian - 08 April 2020 09:39 WIB
    Sopir Angkutan Umum dan Penumpang Ditindak Bila Melanggar PSBB
    Petugas Perhubungan Kecamatan Johar Baru membagi-bagikan masker ke penumpang dan sopir angkutan umum. Medcom.id/Christian
    Jakarta: Para sopir angkutan umum dan penumpang akan ditindak jika tidak mengikuti aturan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di Jakarta. Pemprov DKI Jakarta mulai menerapkan kebijakan PSBB pada Jumat, 10 April 2020.

    "Kita lihat padat di angkutan umum langsung kita turunkan penumpang. Di dalam angkutan harus ada jarak, antar penumpang tidak boleh rapat," tegas Kepala Suku Dinas Perhubungan Jakarta Pusat, Sholeh, Jakarta, Rabu, 8 April 2020.

    Sholeh menjelaskan angkutan umum seperti bajaj hanya diperbolehkan mengangkut satu penumpang berikut barang bawaannya. Langkah ini dilakukan guna mencegah penularan covid-19.

    "Penumpang dan sopir angkutan umum wajib pakai masker," jelas dia.

    Ratusan petugas Sudin Perhubungan Jakarta Pusat dan satuan pelaksana tugas (Satpel) akan dikerahkan untuk memperlacar penerapan PSBB. Mereka akan berjaga di terminal, serta halte.

    "Pemberian sanksi tegas terhadap sopir dan penumpang memang belum ada. Kita juga masih menunggu aturan dari Dinas Perhubungan. Saat ini petugas gencar lakukan sosialisasi terhadap penggunaan masker dan physical distance," terang dia.

    Sopir Angkutan Umum dan Penumpang Ditindak Bila Melanggar PSBB

    Baca: Hal-hal yang Harus Diperhatikan Selama PSBB Jakarta

    Petugas Perhubungan Kecamatan Johar Baru membagi-bagikan masker kepada sopir angkutan umum, bajaj, dan penumpang. Hal ini untuk mencegah penularan virus korona.

    "Kita edukasi penumpang dan sopir. Kita juga bagaikan masker, dan vitamin c juga," kata Kepala Satuan Pelaksana Tugas (Kasatpel) Perhubungan Kecamatan Johar Baru, Iswandi.

    Sementara itu, Warno, sopir mengaku senang dengan adanya pemberian masker yang dilakukan petugas perhubungan. Dia juga tak masalah dengan adanya pembatasan penumpang akibat penerapan PSBB.

    "Tidak masalah kalau hanya bisa bawa satu penumpang di bajaj saya, ini juga demi kepentingan kita bersama. Kita ikut saja aturan pemerintah apalagi ini yang dihadapi virus yang tidak terlihat," kata Warno.



    (AZF)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id