Tim Cagar Budaya Tak Pernah Beri Izin Formula E

    Sri Yanti Nainggolan - 13 Februari 2020 16:28 WIB
    Tim Cagar Budaya Tak Pernah Beri Izin Formula E
    Suasana acara konferensi pers Jakarta E-Prix 2020 di Monas, Jakarta Pusat, Jumat, 20 September 2019. Foto: MI/Saskia Anindya Putri
    Jakarta: Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) tak pernah mengizinkan kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta, untuk menjadi ajang balapan Formula E. Tim Cagar Budaya tidak berwenang mengeluarkan izin untuk pelaksanaan acara di kawasan Medan Merdeka. 

    "Tim pemugaran enggak pernah kasih izin, yang ada adalah rekomendasi," ujar Ketua Tim Sidang Pemugaran DKI Jakarta TACB, Bambang Eryudhawan, saat dihubungi, Jakarta, Kamis, 13 Februari 2020. 

    Bambang mengatakan perizinan datang dari Kementerian Sekretariat Negara (Kemensetneg). Fungsi tim sidang pemugaran hanya mencatat.

    Isi surat rekomendasi dari Tim Cagar Budaya ialah menyarankan agar area Monas dipulihkan setelah ajang Formula E selesai. Bambang tak mempermasalahkan pemanfaatan Monas untuk ajang Formula E. Namun, Pemprov DKI harus melindungi dan mengembangkan kawasan Monas. Ia mencontohkan aktivitas publik yang biasa diadakan di kawasan Candi Borobudur, Jawa Tengah. 

    "Ada kegiatan pariwisata besar-besaran di Borobudur, boleh enggak? Kan bisa juga. Jadi kata kuncinya boleh, tapi jangan merusak," terang dia. 

    Tim Cagar Budaya Tak Pernah Beri Izin Formula E
    Desain sementara sirkuit Formula E di Monas, Jakarta. Foto: Dok. Istimewa

    Bambang menjelaskan kawasan Monas tak semua merupakan cagar budaya. Namun, dia mengingatkan Pemprov DKI untuk tidak mengganggu area Tugu Monas.

    Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetyo Edi Marsudi sebelumnya menuding Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memanipulasi surat rekomendasi tim cagar budaya. Tindakan itu dilakukan agar tim cagar budaya mengizinkan penggunaan Monas untuk arena balap Formula E.

    Dugaan manipulasi ini tertuang dalam Surat Gubernur yang terbit pada 11 Februari 2020. Dalam surat itu, Anies menyebut sudah memperoleh izin dari tim cagar budaya Pemprov DKI Jakarta.

    "Saya sebagai ketua dewan, dan juga dari fraksi (PDIP) melihat ada manipulasi bahwa seakan-akan Kepala Cagar Budaya Pak Marjito ini mengiakan. Padahal, belum dikonfirmasi," kata Prasetyo di Kantor Kementerian Sekretariat Negara, Jakarta Pusat.





    (AZF)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id