Denda Rp1 Juta Ancam Pengemudi Tak Taat PSBB

    Sri Yanti Nainggolan - 12 Mei 2020 05:57 WIB
    Denda Rp1 Juta Ancam Pengemudi Tak Taat PSBB
    Pelang tanda check point pengawasan pelaksanaan PSBB ditempatkan di Jalan Ciledug Raya, Jakarta, Kamis, 23 April 2020. Foto: Antara/Hafidz Mubarak A
    Jakarta: Denda maksimal hingga Rp1 juta menghantui pengemudi yang melanggar pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di DKI Jakarta. Ketentuan ini tercantum dalam Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 41 Tahun 2020 tentang Pengenaan Sanksi terhadap Pelanggaran Pelaksanaan PSBB dalam Penanganan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) di Provinsi DKI Jakarta.

    Kepala Biro Hukum Sekretariat Daerah DKI Jakarta Yayan Yuhanah mengamini aturan ini telah resmi diterbitkan. Aturan ini mencantumkan sanksi-sanksi tegas terhadap pelanggar PSBB.

    "Benar (sudah terbit)," kata Yayan saat dikonfirmasi, Senin, 11 Mei 2020.

    Bab III pergub memuat tentang sanksi pelanggaran PSBB yang dibagi dalam sembilan bagian. Pasal 13 membahas tentang pembatasan penggunaan moda transportasi untuk pergerakan orang dan barang. Pasal ini memberikan tiga sanksi kepada pengemudi mobil penumpang pribadi yang melanggar pembatasan jumlah penumpang maksimal 50 persen dari kapasitas kendaraan dan/atau tidak menggunakan masker.

    "Denda administratif paling sedikit Rp500 ribu dan paling banyak Rp1 juta," bunyi Pasal 13.

    Sanksi kedua yakni kerja sosial berupa membersihkan sarana fasilitas umum dengan menggunakan rompi. Sanksi ketiga berupa penderekan ke tempat penyimpanan kendaraan bermotor yang disediakan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta.

    Pemberian sanksi dilakukan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dengan pendampingan dari Dinas Perhubungan dan kepolisian. Sementara itu, tempat penyimpanan kendaraan bermotor terletak di kantor kelurahan atau kantor kecamatan.

    "Dalam melakukan tindakan penderekan Satpol PP tidak bertanggung jawab atas kelengkapan dan keutuhan kendaraan mobil penumpang pribadi serta muatannya," bunyi Pergub Nomor 41 Tahun 2020.

    Setelah penarikan kendaraan, Satpol PP menyampaikan pemberitahuan secara tertulis kepada pemilik atau pengemudi mobil pribadi dalam waktu 1 x 24 jam untuk mengambil kendaraannya. Jika tidak diambil dalam tiga hari, kendaraan akan dipindahkan ke tempat penyimpanan Dinas Perhubungan.

    Denda Rp1 Juta Ancam Pengemudi Tak Taat PSBB

    Baca: Epidemiolog Sebut Belum Waktunya Pelonggaran PSBB

    Sanksi serupa juga berlaku untuk pengemudi sepeda motor maupun ojek daring (ojol). Aturan ini tertuang dalam Pasal 14. Pengemudi yang membawa penumpang dan/atau tidak menggunakan masker dikenakan denda Rp100 ribu sampai Rp250 ribu. Pilihan sanksi kerja sosial dan tindakan penderekan juga berlaku.

    "Dikecualikan dari ketentuan jika penumpang satu alamat/tempat tinggal dengan pengemudi sepeda motor yang dibuktikan dengan kartu tanda penduduk (KTP)," bunyi Pasal 14.

    Bab V menyebutkan pemantauan dan evaluasi pelaksanaan pergub dilakukan Gugus Tugas Covid-19 Provinsi DKI. Hasil pemantauan dan evaluasi dilaporkan kepada Gubernur Anies Baswedan. Peraturan ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan, Kamis, 30 April 2020.

    Informasi lengkap tentang perkembangan penanganan pandemi covid-19 bisa langsung diakses di sini.



    (OGI)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id