Ini Penyebab Vaksinasi di DKI Merosot

    Nur Azizah - 15 September 2021 18:20 WIB
    Ini Penyebab Vaksinasi di DKI Merosot
    Wakil Gubernur DKI Ahmad Riza Patria memberikan keterangan pers di Jakarta Utara, Minggu, 11 April 2021. Foto: Medcom.id/Yurike Budiman



    Jakarta: Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta Ahmad Riza Patria (Ariza) menyebut sebagian besar masyarakat telah divaksinasi covid-19. Hal ini membuat penyuntikan vaksin covid-19 dosis pertama menurun beberapa hari terakhir.

    "Sekarang ini enggak mudah lagi mengerahkan orang agar mau divaksin. Coba saya tanya, di sini ada yang belum (vaksinasi)? Sudah semua kan? Susah nyari yang belum vaksin," ujar Ariza di Gedung DPRD DKI Jakarta, Rabu, 15 September 2021.

     



    Ariza menduga masyarakat yang belum divaksinasi jarang keluar rumah. Pasalnya, dia meyakini warga yang sering keluar rumah pasti telah divaksinasi seluruhnya.

    Baca: DKI Lacak 2,5 Juta Warga yang Belum Vaksinasi Covid-19

    "Jadi bukan kita enggak bisa vaksinasi 100 ribu sehari. Kita siap kok. Bahkan, kita pernah mencapai lebih dari itu," tutur dia. 

    Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI, kata dia, tengah menyisir masyarakat yang belum divaksinasi. Pihaknya berencana mengirimkan surat kepada warga yang belum disuntik vaksin.

    "Salah satu metodenya itu (kirim surat) jemput bola. RT RW nanti yang memastikan itu dengan Satgas Covid-19," jelas dia.

    Berdasarkan data perkembangan vaksinasi di DKI, pada 12 September 2021 tercatat 5.045 orang mendapat vaksinasi dosis satu. Pada 13 September 2021, 7.147 orang mendapatkan vaksinasi dosis satu. Pada 14 September 2021, 28.942 orang mendapat vaksinasi dosis satu.

    Vaksin untuk Indonesia


    Dalam upaya mendukung vaksinasi di Tanah Air, Media Group bersama Slank menggelorakan kampanye sosial bertajuk "Vaksin untuk Indonesia". Kampanye ini adalah upaya untuk bersama-sama bangkit dari pandemi dan memupuk optimisme menuju normal baru dengan terus menjaga kesehatan fisik dan mental. Vaksin dalam tajuk ini bukan saja berarti "obat" atau "anti-virus", tetapi juga upaya untuk menguatkan kembali mental dan spirit kita di tengah kesulitan akibat pandemi.

    "Slank dan Media Group bikin gerakan yang bertema 'Vaksin untuk Indonesia'. Berharap lewat musik dan dialog, acara ini bisa menyemangati dampak pandemi yang mengenai kehidupan kita, supaya tetap semangat. Kita hibur supaya senang, supaya imun kita naik juga. Mengajak masyarakat untuk jangan takut untuk divaksin. Ini salah satu solusi untuk lepas dari pandemi," terang drummer Slank, Bimo Setiawan Almachzumi alias Bimbim.

    Program "Vaksin untuk Indonesia" tayang di Metro TV setiap hari Jumat, pukul 20:05 WIB. Dalam tayangan ini, Slank bukan saja menyuguhkan musik semata, tetapi juga menampilkan perjalanan ke sejumlah tempat dan berinteraksi dengan masyarakat dari berbagai latar belakang sosial.

     

    (OGI)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id