Masalah Lahan Paksa MRT Ubah Rute

Dian Ihsan Siregar - 11 Januari 2019 13:07 wib
Pekerja menyelesaikan pembangunan jalur dan stasiun Mass Rapid
Pekerja menyelesaikan pembangunan jalur dan stasiun Mass Rapid Transit (MRT) Sisingamangaraja, Jakarta. Foto: MI/Pius Erlangga.

Jakarta: ‎Direktur Utama MRT Jakarta William Sabandar mengungkapkan keluh kesahnya sepanjang pembangunan fase I dan II. Menurut dia, hal yang banyak menjadi kendala saat pembangunan adalah persoalan lahan.

"Karena ketika kita mulai pekerjaan ini, lahan itu belum semua bisa kita siapkan. Kemudian coba kita selesaikan. Itu yang terjadi saat fase I. Pembangunan jalur ke Kampung Bandan juga terkendala lahan yang tidak bisa kita eksekusi, makanya pembangunan mengarah ke Jakarta Kota," kata William ‎saat wawancara khusus bersama Medcom.id‎, Jumat, 11 Januari 2018.

Namun, William memastikan perusahaan tetap bekerja keras walaupun terkendala lahan sehingga semua pekerjaan bisa terlaksanakan. "Makanya sekarang kita dipastikan secara on time, on quality, and on budget. Kita monitor juga kemajuan pekerjaannya," jelas dia.

Pembangunan jalur ke Kampung Bandan, lanjut dia, memang terus menjadi polemik saat. Untuk itu, daripada MRT Jakarta fase II tidak terbangun, ‎rute dialihkan ke Jakarta Kota.

"Agar tidak tertahan, maka kita lakukan dulu pekerjaan dari Bundaran HI ke Stasiun Jakarta Kota. Sambil proses menyiapkan dan menentukan depo itu akan di mana. Itu yang sedang dipersiapkan," kata dia.

Terkait pemilihan depo, dia menegaskan masih akan ada studi yang dijalani setelah area Kampung Bandan belum diakuisisi dengan baik. Daerah Stadion BMW diarahkan untuk menjadi depo, tetapi harus dikaji terlebih dahulu.

Baca: Depo MRT Tak Bisa Dibangun di Kawasan Stadion BMW

‎"Depo selain di Kampung Bandan ada di titik Ancol, Stadion BMW juga menjadi tujuan. Tapi, akan kita studikan. Di Stadion BMW pemerintah akan membangun lapangan untuk Persija, sehingga kalau memang terbangun interkoneksi stasiun, itu akan semakin bagus," jelas dia.

Dia menambahkan ‎syarat dan aturan membangun depo yang baik adalah persediaan tanah yang bagus serta aksesnya yang terkoneksi dengan lokasi lain. "Itu yang akan kita lihat secara visible maupun teknisnya dalam membangun depo," kata dia.




(OGI)


BACA JUGA
BERITA LAINNYA

Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.