Pemprov DKI Dinilai Tak Transparan Soal Permakaman Covid-19

    Sri Yanti Nainggolan - 21 Januari 2021 17:57 WIB
    Pemprov DKI Dinilai Tak Transparan Soal Permakaman Covid-19
    Ilustrasi TPU Pondok Ranggo. ANT/Muhammad Adimaja



    Jakarta: Anggota Komisi D DPRD DKI Jakarta Justin Untayana menilai Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta tak transparan terkait permakaman korban covid-19. Padahal, DKI sudah krisis lahan.

    "Saat Pemprov DKI minta anggaran Rp219 miliar di rapat-rapat DPRD, mereka tidak pernah terbuka mengenai lokasi lahan makam yang akan dibeli," kata Justin dalam keterangan tertulis, Kamis, 21 Januari 2021.






    Politikus Partai Solidaritas Indonesia (PSI) itu mengungkapkan ada lahan yang sudah dibayar Pemprov DKI sebesar Rp185 miliar. Namun, lahan belum digunakan.

    "Tapi, realitanya hingga saat ini malah terjadi krisis permakaman covid-19," kata dia.

    (Baca: DKI Siapkan 2 HA Lahan untuk Jenazah Covid-19 di TPU Rorotan)

    Ia meminta Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan segera membuka lahan yang telah dibeli. Apalagi, Pemprov DKI sudah menyatakan pembelian lahan untuk mengantisipasi kekurangan lahan makam covid-19.

    Sebelumnya, Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta Ida Mahmudah mengungkapkan Pemprov DKI menambah anggaran pembelian lahan permakaman baru karena pandemi covid-19. Tambahan anggaran dimasukkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (APBD-P) 2020.

    "Nambah Rp200 sekian miliar. Makanya dibeli, persiapan di 2021 tak beli lahan," beber Ida.

    Lahan baru tersebut terletak di Jakarta Selatan. Namun, politikus PDI Perjuangan itu tak menyebutkan detail lokasi lahan yang dimaksud.

    (REN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id