DKI Belum Terapkan Sanksi bagi Masyarakat yang Ogah Divaksinasi

    Kautsar Widya Prabowo - 15 September 2021 17:56 WIB
    DKI Belum Terapkan Sanksi bagi Masyarakat yang Ogah Divaksinasi
    ilustrasi/medcom.id



    Jakarta: Pemprov DKI Jakarta belum menerapkan sanksi bagi masyarakat yang enggan divaksinasi covid-19. Berdasarkan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 2 Tahun 2020 tentang Penanggulangan Covid-19, orang yang sengaja menolak diobati atau divaksinasi bisa dipidana dengan denda paling banyak Rp5 juta.

    "Sejauh ini kita mau ada kesadaran warga untuk mengikuti pelaksanaan vaksinasi," ujar Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria di Gedung DPRD DKI Jakarta, Rabu, 15 September 2021.

     



    Riza meminta masyarakat yang belum divaksinasi sadar tanpa adanya sanksi. Ia ingin masyarakat menjadikan vaksin sebagai kebutuhan bersama dalam menanggulangi pandemi covid-19.

    "Sekali lagi warga yang belum vaksin, segera, jangan khawatir, ini tidak ada efek samping dan halal dan gratis," tegasnya.

    Politikus Partai Gerindra itu menyebut 40 persen perserta vaksin berasal dari masyarakat bukan ber-KTP DKI. Pihaknya mempersilakan masyarakat yang ingin divaksinasi di Ibu Kota.

    "Memang masih ada warga Jakarta yang belum (vaksinasi) dan kami sejak awal meminta jajaran internal kami mulai wali kota sampai RT, RW, membantu memastikan warganya agar segera hadir mendatangi (lokasi vaksinasi)," jelasnya.

    Baca: DKI Lacak 2,5 Juta Warga yang Belum Vaksinasi Covid-19

    Hingga saat ini, masih ada 2,5 juta warga ber-KTP DKI yang belum divaksinasi covid-19. DKI masih kesulitan mengetahui pasti penyebab 2,5 juta warga DKI belum juga divaksin.

    "Dari 8,9 juta penduduk DKI yang berusia 12 tahun ke atas itu baru 6,4 juta orang tervaksin dosis 1 dan 4 juta orang dosis 2. Jadi, baru 71 persen capaiannya. Masih ada 2,5 juta warga DKI yang tidak tahu ngumpet di mana belum divaksin," kata Kasi Surveilans Epidemiologi dan Imunisasi Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Ngabila Salama, dalam diskusi virtual, Selasa, 14 September 2021.

    Ngabila menduga 2,5 juta warga itu belum divaksin karena memiliki penyakit komorbid dan khawatir terhadap efek vaksin. Termasuk, ada warga penyintas covid-19 sehingga belum bisa divaksinasi.

    (NUR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id