DKI Lacak 2,5 Juta Warga yang Belum Vaksinasi Covid-19

    Putri Anisa Yuliani, Media Indonesia.com - 15 September 2021 12:11 WIB
    DKI Lacak 2,5 Juta Warga yang Belum Vaksinasi Covid-19
    Ilustrasi Medcom.id.



    Jakarta: Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta melacak 2,5 juta warga ber-KTP DKI yang belum divaksin covid-19. DKI masih kesulitan mengetahui pasti penyebab 2,5 juta warga DKI belum juga divaksin.

    "Dari 8,9 juta penduduk DKI yang berusia 12 tahun ke atas itu baru 6,4 juta orang tervaksin dosis 1 dan 4 juta orang dosis 2. Jadi baru 71 persen capaiannya. Masih ada 2,5 juta warga DKI yang tidak tahu ngumpet di mana belum divaksin," kata Kasi Surveilans Epidemiologi dan Imunisasi Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Nabila Rahma, dalam diskusi virtual, Selasa, 14 September 2021.

     



    Nabila menduga 2,5 juta warga itu belum divaksin karena memiliki penyakit komorbid dan masih khawatir terhadap efek vaksin. Termasuk, ada warga penyintas covid-19 sehingga belum bisa divaksin.

    "Ada juga mungkin merasa ingin merek tertentu. Jadinya itu yang harus benar-benar hati-hati. Kita masih mencari juga 2,5 juta orang Jakarta yang sebenarnya belum divaksin," kata dia.

    Baca: Jokowi Imbau Tetap Waspada Meski Kasus Covid-19 Turun

    Di sisi lain, dia menyebutkan harus ada pembaruan data penduduk DKI terkait vaksinasi. Ini penting agar jumlah warga yang divaksin bisa benar-benar akurat.

    "Perlu kita lakukan peremajaan kembali karena bisa jadi sebenarnya orangnya sudah pindah tapi masih kependudukannya di DKI terkait fenomena orang pilih merek vaksin kami tidak sarankan," kata dia.

    Vaksin untuk Indonesia

    Dalam upaya mendukung vaksinasi di Tanah Air, Media Group bersama Slank menggelorakan kampanye sosial bertajuk "Vaksin untuk Indonesia". Kampanye ini adalah upaya untuk bersama-sama bangkit dari pandemi dan memupuk optimisme menuju normal baru dengan terus menjaga kesehatan fisik dan mental. Vaksin dalam tajuk ini bukan saja berarti "obat" atau "anti-virus", tetapi juga upaya untuk menguatkan kembali mental dan spirit kita di tengah kesulitan akibat pandemi.

    "Slank dan Media Group bikin gerakan yang bertema 'Vaksin untuk Indonesia'. Berharap lewat musik dan dialog, acara ini bisa menyemangati dampak pandemi yang mengenai kehidupan kita, supaya tetap semangat. Kita hibur supaya senang, supaya imun kita naik juga. Mengajak masyarakat untuk jangan takut untuk divaksin. Ini salah satu solusi untuk lepas dari pandemi," terang drummer Slank, Bimo Setiawan Almachzumi alias Bimbim.

    Program "Vaksin untuk Indonesia" tayang di Metro TV setiap hari Jumat, pukul 20:05 WIB. Dalam tayangan ini, Slank bukan saja menyuguhkan musik semata, tetapi juga menampilkan perjalanan ke sejumlah tempat dan berinteraksi dengan masyarakat dari berbagai latar belakang sosial.



    (JMS)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id