Wali Kota Jaksel Mengakui Perencanaan Pembangunan Kurang Matang

    Nur Azizah - 03 Oktober 2018 13:21 WIB
    Wali Kota Jaksel Mengakui Perencanaan Pembangunan Kurang Matang
    Wali Kota Jakarta Selatan Marullah Matali--MI/Haufan Hasyim Salengke.
    Jakarta: Rapor penyerapan Pemerintah Kota Jakarta Selatan paling merah dibandingkan dengan Pemkot lainnya. Pasalnya, ada enam kegiatan yang gagal dilaksanakan tahun ini.

    Wali Kota Jakarta Selatan Marullah Matali tak menampik itu. Ia juga kecewa dengan penyerapan Pemkot Jaksel yang belum mencapai 50 persen dari Rp2 triliun.

    "Ada beberapa yang tidak terserap, itu bisa jadi menjadi rendah. Saya juga kecewa kenapa itu tidak bisa dilakukan," kata Marullah saat dihubungi, Jakarta, Rabu 3 Oktober 2018.

    Marullah menyebut pencernaan yang tidak matang menjadi penyebab utama. Selain itu lambatnya proses lelang, waktu yang terbatas, hingga kesalahan teknis juga menjadi faktor.

    "Lalu ada masalah teknis seperti yang terjadi di Kantor Camat Mampang. Ternyata lahannya itu masih ada sengketa," ujarnya.

    Baca: Penyerapan Anggaran Pemkot Jaksel Terburuk

    Lahan yang dijadikan kantor Camat Mampang merupakan pemberian dari salah satu perusahaan. "Ada masalah serah terima fasos dan fasum dari perusahaan ke Pemkot," imbuh dia.

    Rapor penyerapan Pemerintah Kota Jakarta Selatan paling buruk di antara lima pemerintah kota lainnya. Sekretaris Daerah DKI Jakarta Saefullah DKI Jakarta menyampaikan ada enam kegiatan gagal.

    Enam kegiatan yang gagal terlaksana yakni rehabilitasi total rumah dinas Lurah Kalibata sebesar Rp1,28 miliar, lalu pembangunan rumah dinas Camat Pesanggrahan Rp2,05 miliar, dan pembangunan kantor Camat Mampang Prapatan Rp19,52 miliar.

    Ada juga pembangunan kantor Lurah Karet Rp6,97 miliar, rehabilitasi total rumah dinas Camat Cilandak Rp1,2 miliar dan rehabilitasi Bangunan untuk kelurahan Kuningan Timur sebesar Rp3 miliar.

    "Jaksel ini rapornya jelek sekali. Renovasi kantor Camat Mampang Prapatan gagal, kemudian renovasi kelurahan Kuningan Timur gagal lelang dia. Semuanya gagal," kata Saefullah di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Selasa 2 Oktober 2018.

    Saefullah kecewa dengan kinerja Wali Kota Jakarta Selatan. Ia menyampaikan bila mereka tak mampu menjalankan program tak perlu mengusulkan.

    "Ini kan pekerjaan ini bukan top down tapi buttom up. Mereka yang mengusulkan dan minta anggaran, tapi kok enggak dikerjakan," ungkap dia.

    Saefullah juga mengkritik kerja aparatur di Pemkot Jaksel yang lambat. Pasalnya, dari APBD turun, lelang tak buru-buru dilakukan.

    Hingga awal Oktober 2018, serapan anggaran Pemprov DKI Jakarta belum mencapai 50%. Kendati begitu, Saefullah tetap optimis anggaran bisa terserap 86% di sisa waktu tiga bulan.



    (YDH)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id