PNS DKI Diduga Terpapar Radikalisme

    Insi Nantika Jelita - 27 Februari 2020 17:56 WIB
    PNS DKI Diduga Terpapar Radikalisme
    Ilustrasi ASN. MI/Ramdani
    Jakarta: Seorang pegawai negeri sipil (PNS) DKI diduga terpapar paham radikalisme. Meski identitasnya masih dirahasiakan, pegawai itu terancam dipecat.

    "Yang kami dapat satu. Tapi identitasnya dia ada di SKPD mana, NIP-nya berapa, kami belum dapat," kata Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) DKI Jakarta, Chaidir di Gedung Balai Kota, Jakarta, Kamis, 27 Februari 2020. 

    Chaidir menegaskan bakal memberikan sanksi tegas kepada PNS DKI yang terpapar paham radikalisme. 

    "(Sanksinya) Dipecat. (Itu sesuai) hak dan kewajiban PNS diatur dalam PP 53 Nomor 2010 (tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil)," kata Chaidir.

    BKD saat ini masih menyelidiki identitas satu PNS DKI yang terpapar paham radikalisme itu. BKD berkoordinasi dengan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol). Setelah Kesbangpol mengetahui identitas PNS tersebut, baru dilaporkan ke BKD.

    PNS DKI Diduga Terpapar Radikalisme
    Ilustrasi. (Foto: Medcom.id)

    Chaidir menuturkan BKD menyelidiki secara menyeluruh. Apakah yang bersangkutan PNS pindahan dari instansi lain atau hanya berdomisili di Jakarta. 

    "Jangan-jangan yang diduga satu orang bukan dari PNS DKI adanya di kementerian tapi bilangnya lokasi di DKI. Tapi kalau sudah ada bukti kuat sesuai PP 53 ya kita berhentikan," tegasnya. 

    Seperti diketahui Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) menduga ada salah satu PNS DKI terpapar radikalisme. Namun identitas maupun jabatan PNS itu belum dipublikasikan.



    (WHS)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id