Formula E Dianggap Hanya Membuat Jakarta 'Buntung'

    Cindy - 11 Februari 2020 12:24 WIB
    Formula E Dianggap Hanya Membuat Jakarta 'Buntung'
    Suasana acara konferensi pers Jakarta E-Prix 2020 di Monas, Jakarta Pusat, Jumat, 20 September 2019. Foto: MI/Saskia Anindya Putri
    Jakarta: Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta diminta mengkaji ulang Formula E di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat. Formula E disebut membuat sejumlah negara 'buntung', bukan untung.

    "Besarnya anggaran pelaksanaan racing ini di Hong Kong 2016 adalah HKD250-300 juta (Rp440 miliar sampai Rp528 miliar) dan dihasilkan untung hanya HKD50 juta (Rp88 miliar)," kata anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD DKI Gilbert Simanjuntak di Jakarta, Selasa, 11 Februari 2020. 

    Menurut dia, anggaran yang digelontorkan Jakarta demi ajang balapan mobil listrik itu mencapai Rp1,16 triliun. Dia heran mengapa biaya penyelenggaraan di Jakarta dua kali lipat dibandingkan Hong Kong. 

    "Sementara bahan untuk membangun ada di Indonesia (seperti semen dan batu)," ungkap Gilbert. 

    Sejak berdiri 2014, kata dia, Formula E Holding masih merugi. Gilbert menyoroti tujuan pembuat kebijakan menggelar perhelatan ini, apakah untuk keuntungan ekonomi atau pariwisata. 

    Dia mempertanyakan rencana Jakarta mengelola sirkuit usai pertandingan selesai. Pemeliharaan trek diyakini bakal memakan biaya besar.

    Gilbert meminta Gubernur Anies Baswedan berkaca pada perhelatan Formula E di sejumlah negara. Dia mengatakan ajang Formula E di Montreal, Kanada, pada 2016-2017 juga defisit. 

    Sementara itu, perhelatan Formula E di Moskow, Rusia, dibatalkan. Acara selama dua hari itu, kata dia, dipercaya membuat kota Moskow semakin macet. 

    Formula E Dianggap Hanya Membuat Jakarta 'Buntung'
    Pembangunan Plaza Selatan Monas di Jakarta, Selasa, 21 Januari 2020. Foto: MI/Pius Erlangga

    Gilbert menilai masalah bakal muncul bila Formula E dipaksakan digelar di Ibu Kota. Pasalnya, Jakarta masuk peringkat 10 kota termacet di dunia. 

    "Jakarta akan mengalami dampak kemacetan luar biasa selama dua hari," sambung Gilbert. 

    Dia menyarankan Formula E tak digelar di kawasan Monas. Acara itu lebih baik dipindahkan ke Sirkuit Internasional Sentul, Bogor, Jawa Barat, yang sudah memiliki fasilitas lengkap. 

    "Sebaiknya dengan waktu yang sisa beberapa bulan sebelum (Sabtu) 6 Juni 2020, juga melihat anggaran yang terlalu besar dan potensi dampak kemacetan maka sebaiknya dilakukan di sirkuit yang sudah ada," ucap dia. 





    (OGI)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id