DKI Uji Coba Pembukaan Tempat Karaoke, Pengunjung Wajib Tes Antigen

    Putri Anisa Yuliani, Media Indonesia.com - 02 Juni 2021 14:36 WIB
    DKI Uji Coba Pembukaan Tempat Karaoke, Pengunjung Wajib Tes Antigen
    Ilustrasi Jakarta. Medcom.id/Nur Azizah



    Jakarta: Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta bakal melakukan uji coba pembukaan tempat hiburan karaoke. Pengunjung karaoke diwajibkan melakukan tes antigen sebelum masuk.

    Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Parekraf) DKI Jakarta, Gumilar Ekalaya, menyebut kebijakan ini diambil setelah pihaknya menerima sejumlah prosedur teknis protokol kesehatan yang direkomendasikan para pengusaha karaoke.

     



    Saat ini, terdapat sekitar 100 usaha karaoke yang telah mengajukan proposal pembukaan serta prosedur teknis protokol kesehatan kepada Dinas Parekraf DKI Jakarta. Namun, hanya sekitar 50 persen yang sudah memberikan hasil revisinya kembali kepada Dinas Parekraf.

    Sedangkan, 50 persen usaha karaoke yang sudah memperbaiki prosedur protokol kesehatannya akan disurvei secara langsung oleh Dinas Parekraf DKI. Ini dilakukan guna memastikan protokol kesehatan benar-benar dilakukan optimal.

    "Dari 50 ini akan kita coba kaji lagi. Nanti modelnya dengan sistem uji coba dulu. Jadi tidak semua kita langsung kasih izin. Tentu kita akan uji coba beberapa yang memang sudah benar-benar siap secara prokes, secara SOP, dan memang punya komitmen untuk melaksanakan dan bertanggung jawab. Yang jelas, semua harus swab antigen," kata Gumilar di Balai Kota, Rabu, 2 Juni 2021.

    Baca: Kasus Covid-19 Klaster Cilangkap Jadi 111 Orang, Micro-Lockdown Diperpanjang

    Untuk tahap awal, dia mengatakan tak banyak usaha karaoke yang akan diuji coba pembukaannya. Gumilar memperkirakan hanya sekitar 20 persen dari 50 usaha karaoke tersebut yang bakal diuji coba.

    Dia juga belum bisa memastikan waktu penyelenggaraannya. Apalagi, kasus covid-19 saat ini masih mengalami kenaikan.

    "Nanti pasti diinfokan berapa memang yang akan uji coba tahap pertama dulu, apakah 10 apa 15. Paling enggak dari yang tahap uji coba ini kita kan benar-benar pantau hari ke hari, dari Satpol PP, kepolisian, dan Parekraf. Kita lihat prokesnya bagaimana," kata dia.

    (JMS)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id