Klaim Simpan Dokumen Berharga, Manula Mengaku Ajudan Soekarno Ditangkap

    Christian - 17 Februari 2021 10:04 WIB
    Klaim Simpan Dokumen Berharga, Manula Mengaku Ajudan Soekarno Ditangkap
    Pengungkapan kasus penipu mengaku ajudan Soekarno di Mapolres Jakarta Pusat. Foto: Medcom.id/Christian



    Jakarta: Satuan Reserse Kriminal Khusus (Satreskrimsus) Polres Metro Jakarta Pusat menangkap Iwan Gunawan, 73, karena terlibat kasus penipuan. Manusia usia lanjut (manula) ini menggunakan modus mengaku mantan ajudan Presiden Pertama RI, Soekarno.

    Pengungkapan penipuan ini berawal saat Iwan Gunawan bertemu dengan korban berinisial J. Saat itu, tersangka mengaku purnawirawan TNI AU yang pernah menjadi orang kepercayaan salah satu proklamator. 




    "Dia ngaku sebagai ajudan Soekarno dan sebagai profesor juga," ucap Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat, AKBP Burhanuddin, saat diwawancarai di Polres Metro Jakarta Pusat, Selasa 16 Februari 2021. 

    Iwan mengaku memiliki sejumlah dokumen berharga yang berada di luar negeri. Nilainya cukup fantastis, yakni mencapai USD$2 miliar dan 15 miliar dolar Hong Kong. Tersangka mengaku tidak mampu mencairkan aset tersebut dan meminta bantuan kepada korban. 

    "Kalau cair kata tersangka akan dibagi dua yaitu, 50 persen kepada korban," kata Burhanuddin. 

    Korban memberikan uang guna mencairkan dana dari sejumlah dokumen. Namun, J juga berusaha mengklarifikasi keabsahan dokumen milik Iwan ke salah satu bank. Pihak bank menyatakan dokumen milik Iwan palsu.

    Merasa curiga, J mengecek status Iwan. Semua pengakuan pangkat purnawirawan TNI AU, mantan ajudan Soekarno, hingga gelar profesor yang diklaim Iwan palsu. J melapor ke polisi.

    Baca: Pengelola TikTok Cash Dilaporkan Terkait Dugaan Penipuan

    Iwan ditangkap di salah satu hotel di kawasan Jakpus. Polisi turut menyita sejumlah barang bukti dari tangan Iwan. 

    Di antaranya, uang pecahan Rp100 ribu, korek api berbentuk pistol, uang pecahan dolar, emas palsu, dan sejumlah bukti lain. Barang tersebut yang digunakan untuk menipu korban.

    "Barang bukti itu ditunjukkan tersangka kepada korban, agar korban percaya," ucap Burhanuddin. 

    Iwan ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan. Dia dijerat Pasal 378 dan Pasal 372 KUHP dengan ancaman maksimal empat tahun penjara.

    (SUR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id