Teknologi SWRO Mengubah Air Laut Jadi Layak Konsumsi

    14 Agustus 2017 15:28 WIB
    Teknologi SWRO Mengubah Air Laut Jadi Layak Konsumsi
    Ilustrasi. Warga mengambil air yang langsung dapat diminum di instalasi penyulingan air bersih di kawasan Bidara Cina, Jakarta. (Foto: MI/Arya Manggala)
    medcom.id, Jakarta: Jumlah penduduk di DKI Jakarta yang terus bertambah setiap tahun secara langsung membuat kebutuhan air bersih meningkat. Terakhir, pada 2016, kemampuan perusahaan air minum PAM Jaya hanyan mampu memasok sekitar 36 persen air bersih untuk masyarakat.

    Untuk memenuhi kebutuhan air bersih bagi masyarakat, PAM Jaya mulai mengembangkan teknologi yang mampu mengubah air laut menjadi air yang layak untuk dikonsumsi.

    "Teknologi yang kita gunakan untuk mengolah air laut menjadi air minum itu kita sebut dengan sea water reverse osmosis (SWRO)," ujar Direktur PAM Jaya Barce Simarmata, dalam Metro Siang, Senin 14 Agustus 2017.

    SWRO, kata Barce, bekerja dengan menyaring air laut melalui membran yang ukuran porinya sangat kecil. Lalu, dengan bantuan tekanan tinggi kandungan garam dalam air laut dapat disaring dan menghasilkan air yang layak konsumsi.

    Pengembangan SWRO ini dianggap menjadi solusi untuk memenuhi kebutuhan air layak konsumsi masyarakat khususnya di daerah kepulauan. Tak hanya air laut, SWRO juga dapat digunakan untuk menyaring air permukaan.

    "Kalau air permukaan misalnya kita ambil 100 persen maka air yang dihasilkan ada 95 persen sedangkan untuk air laut dengan teknologi yang kita gunakan ini bisa memperolah 30-40 persen air siap konsumsi," kata Barce.

    Sesuai rencana, pemerintah provinsi DKI Jakarta akan membangun intalasi-instalasi pendukung di beberapa lokasi. Dengan pembangunan instalasi yang baru ini diharapkan pengembangan SWRO bisa meningkatkan cakupan layanannya hingga ke seluruh wilayah DKI Jakarta.

    "Info yang kami terima, Pemprov DKI akan membangun beberapa SWRO di beberapa wilayah di Kepulauan Seribu untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat," katanya.

    Setelah instalasi siap, salah satu hal yang perlu dikembangkan ke depan, khususnya untuk daerah kepulauan adalah sosialsisasi dan pendidikan kepada masyarakat kepulauan agar mau menggunakan air yang dihasilkan SWRO. Barce memastikan air yang dihasilkan dari SWRO sudah memenuhi syarat untuk dikonsumsi. 

    "Jadi perlu ada upaya bersama dari Pemprov DKI terutama lurah yang menjadi ujung tombak agar bisa mensosialisasikan  bahwa air ini sudah layak untuk diminum dan dikonsumsi dan mengurangi konsumsi air tanah," jelasnya.





    (MEL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id