Rp69 Miliar Diusulkan untuk Bangun Jalur Sepeda DKI

    Putri Anisa Yuliani - 29 Oktober 2019 09:49 WIB
    Rp69 Miliar Diusulkan untuk Bangun Jalur Sepeda DKI
    Jalur sepeda di Jalan Asia-Afrika, Jakarta Pusat. Foto: Medcom.id/Faisal Abdalla
    Jakarta: Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta bakal mengembangkan jalur sepeda di 2020. Anggaran Rp69 miliar diusulkan untuk pembangunan jalur sepeda di dalam Kebijakan Umum APBD dan Plafon Prioritas APBD Sementara (KUAPPAS) 2020. 

    Usulan anggaran ini berdasarkan evaluasi Institute for Transportation and Development Policy (ITDP). Jumlah pengguna sepeda meningkat hingga 580 persen sejak uji coba jalur sepeda fase 1 pada Jumat, 20 September 2019.

    "Bila dihitung angka, dari 8 pesepeda meningkat menjadi 47 orang pesepeda melintas tiap jamnya," kata Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo Syafrin di Gedung DPRD DKI Jakarta, Senin, 28 Oktober 2019.

    Anggaran itu diusulkan di bawah payung nomenklatur "Pengembangan Rekayasa Lalu Lintas Jalur Busway" senilai Rp73,4 miliar. Sisa anggaran Rp4,4 miliar lainnya akan dipakai untuk pengembangan rekayasa lalu lintas jalur sepeda.

    Jalur sepeda 49 km yang akan dibangun meneruskan rute yang telah ada. "Prioritasnya adalah jalur yang menyambungkan dari permukiman warga ke angkutan massal. Misalnya orang-orang dari sekitar MRT Lebak Bulus itu nanti akan naik sepeda dan memarkirkannya sepedanya di dekat Stasiun MRT dan melanjutkan mobilitasnya menggunakan MRT," kata Syafrin.

    Anggota Komisi B dari Fraksi Partai Demokrat Nur Afni Sajim mengkritisi anggaran ini. Dia ingin pembangunan jalur sepeda memiliki landasan hukum. 

    "Kalau mau buat pergub ya pergub (peraturan gubernur) saja, kalau perda (peraturan daerah) ya perda," ungkap Nur di Gedung DPRD DKI Jakarta.

    Anggota Komisi B dari Fraksi PDI Perjuangan Gilbert Simanjuntak justru menuntut Dishub DKI memprioritaskan pembangunan angkutan massal, misalnya MRT, LRT, dan angkutan Jak Lingko. Pasalnya, jalur sepeda dinilai tak aman. 

    "Belum bisa dijamin (keselamatan) karena jalurnya masih demikian. Orang mana mau bersepeda. Lalu logikanya, LRT dan MRT mengangkut lebih banyak orang dibandingkan dengan sepeda," tutur dia.





    (OGI)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id