Rumah Pemotongan Babi Diminta Ditutup

    Cindy - 04 Desember 2019 18:10 WIB
    Rumah Pemotongan Babi Diminta Ditutup
    Ilustrasi gedung DPRD DKI Jakarta. Foto: MI/Panca Syurkani
    Jakarta: Sekretaris Fraksi Partai Gerindra DPRD DKI Jakarta Purwanto meminta rumah pemotongan hewan (RPH) babi di Jalan Peternakan Raya, Kapuk, Cengkareng, Jakarta Barat ditutup. Rumah potong itu dinilai meresahkan warga. 

    "Limbah dan pencemaran bau tidak sedap berdampak pada kegiatan dagang dan usaha makanan sehingga menimbulkan kerugian masyarakat," kata Purwanto dalam Paripurna DPRD DKI, Jakarta Pusat, Rabu, 4 Desember 2019. 

    Purwanto menyebut keberadaan RPH itu bertentangan dengan Perda DKI Nomor 4 Tahun 2007 tentang Pengendalian, Pemeliharaan, dan Peredaran Unggas. Lagipula, suplai pemotongan babi dari PT Dharmajaya itu cuma menyumbang 10-20 persen kebutuhan babi di DKI Jakarta atau sekitar 200 ekor tiap hari. 
     
    "Jika pelaku usaha saja sudah dilarang jika bertentangan dengan perda tersebut, mengapa PT Darmajaya selaku BUMD tidak menyesuaikan dengan aturan tersebut," kata Purwanto. 

    Dia menilai luas lahan RPH yang mencapai lima hektare dapat difungsikan hal lain. "Akan lebih bermanfaat jika dialihfungsikan buat kepentingan masyarakat yang lebih luas," kata Purwanto. 



    (REN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id