comscore

Kurangi Sampah di Bantargebang, Warga Jakarta Wajib Kelola Sampah di Tingkat RW

Hilda Julaika - 02 Januari 2022 14:22 WIB
Kurangi Sampah di Bantargebang, Warga Jakarta Wajib Kelola Sampah di Tingkat RW
Ilustrasi. Medcom.id
Jakarta: Warga Jakarta diwajibkan memilah sampah sejak dari rumah dan mengeluarkan sampah sesuai jadwal pengangkutan. Hal ini tertuang dalam Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 77 Tahun 2020 tentang Pengelolaan Sampah Lingkup Rukun Warga.

Dinas Lingkungan Hidup Provinsi DKI bersama kecamatan dan kelurahan terus menyosialisasikan pemilahan dan pengangkutan sampah terjadwal pada seluruh RW. Harapannya pola ini dapat mengurangi sampah yang dikirim ke TPST Bantargebang.
"Kami benar-benar ingin seluruh masyarakat dapat menjalankan pola pengurangan sampah ini secara terus-menerus agar menjadi gerakan, bahkan budaya baru warga Jakarta,” kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi DKI Jakarta, Asep Kuswanto, dalam keterangan tertulis, Minggu, 2 Januari 2022.

Asep mengatakan masyarakat dapat berperan aktif memilah sampah sejak dari rumah. Minimal menjadi empat jenis sampah.

Berikut empat jenis sampah:

  1. Sampah mudah terurai
  2. Sampah material daur ulang
  3. Sampah bahan berbahaya dan beracun (B3) rumah tangga
  4. Residu.
Asep memaparkan sampah mudah terurai yang telah dipilah di setiap rumah dikumpulkan di tingkat RW untuk diolah secara komunal melalui aktivitas komposting, biokonversi maggot BSF, ecoenzyme, dan pengolahan biologis lain. Sedangkan, sampah material daur ulang dapat dibawa ke bank sampah di RW masing-masing untuk dijual ke industri daur ulang.

“Siklus sirkular ekonomi dapat terwujud dan masyarakat mendapat keuntungan juga secara ekonomis,” kata Asep.

Sedangkan, jenis sampah B3 rumah tangga, nantinya dikumpulkan dan diangkut petugas Dinas Lingkungan Hidup untuk diolah lebih lanjut. Begitu pula sampah residu dikumpulkan ke TPS yang akan dibawa ke TPST Bantargebang untuk diolah, sehingga tidak mencemari lingkungan.

Asep menambahkan pemilahan dan pengangkutan sampah terjadwal ini dapat membangun paradigma baru pengelolaan sampah yang melibatkan peran serta masyarakat. Gerakan ini juga menekankan aspek pengurangan sampah di sumbernya.

“Ujung tombak dari gerakan ini adalah Bidang Pengelolaan Sampah (BPS) RW. Mereka yang mengatur pengelolaan sampah di RW-nya masing-masing berkolaborasi dengan seluruh warga,” kata Asep.

Baca: Pembuangan Sampah Jakarta ke Bantargebang Berkurang 22 Persen

Asep mengatakan gerakan ini merupakan implementasi gerakan Jakarta sadar sampah dan merupakan Kegiatan Strategis Daerah (KSD). Bahkan tercantum khusus dalam Ingub Nomor 49 Tahun 2021 tentang Penyelesaian Isu Prioritas Daerah Tahun 2021-2022.

"Ini kerja besar seluruh aparatur pemerintah daerah dan masyarakat Jakarta. Pertengahan tahun 2022, kami berencana membuat pekan gerakan Jakarta sadar sampah, agar gerakan ini tetap menjadi isu arus utama warga Jakarta,” kata Asep.

(AZF)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id