comscore

Ini Kandungan Nasi Kotak PSI yang Bikin Warga Keracunan

Yurike Budiman - 03 November 2021 14:56 WIB
Ini Kandungan Nasi Kotak PSI yang Bikin Warga Keracunan
Warga menunjukkan nasi boks berlogo PSI/Medcom.id/Yurike.
Jakarta: Hasil pengujian Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) terhadap sampel nasi kotak berlogo Partai Solidaritas Indonesia (PSI) telah keluar. Makanan tersebut mengandung bakteri Escherichia Coli (E Coli) melebihi batas normal. 

"Jadi bukan, kalau ada yang bilang kedaluwarsa, itu enggak. Enggak ada makanan kedaluwarsa," kata Kepala Suku Dinas Kesehatan Jakarta Utara, Yudi Dimyati saat dihubungi, Rabu, 3 November 2021.

Dugaan awal nasi kotak PSI yang dibagikan di Kampung Beting, Koja, Jakarta Utara karena makanan kurang matang dan kurang higienis. Yudi mengatakan penyebab kontaminasi bakteri E Coli pada sampel nasi kotak PSI karena pengolahan bahan makanan yang dilakukan juru masak kurang maksimal.

Baca: 23 Warga Koja Keracunan, BPOM Selidiki Nasi Kotak PSI

"Kurang matang, begitu kan bisa. Karena kurang higienis ya. Kalau ada bakteri (E.Coli) kan berarti kurang bersih saja, bukan kedaluwarsa karena di situ (nasi kotak) enggak ada makanan kemasan," kata Yudi.

Yudi mengklarifikasi pernyataan di sejumlah media massa sebelumnya yang mengatakan pengujian sampel nasi kotak PSI dilaksanakan oleh Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM). Yudi mengatakan petugas BPOM memang mendampingi Puskesmas mendatangi lokasi warga yang keracunan. 

Pengambilan sampel nasi kotak PSI dilakukan pada Selasa, 26 Oktober 2021. Selanjutnya, sampel tersebut dibawa Puskesmas ke Labkesda.

"BPOM itu ternyata datang mendampingi Puskesmas dalam pengambilan sampel. Saya kira sampelnya juga diperiksa BPOM langsung, ternyata sampelnya diserahkan ke Labkesda. Tapi BPOM memang turun ke lapangan," kata Yudi.

Labkesda mengeluarkan hasil pengujian sampelnya pada 29 Oktober 2021. Dari hasil pemeriksaan sampel seperti nasi, telur, buncis dan selada oleh Labkesda, terdapat sampel yang melebihi ambang batas nilai normal.

"Normal misal 1x10, bila lebih dari 1x10 dapat berdampak pada organ pencernaan manusia seperti diare dan muntah-muntah," tutup Yudi.(ADN)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id