38 Ribu Permohonan SIKM Ditolak

    Sri Yanti Nainggolan - 03 Juni 2020 14:03 WIB
    38 Ribu Permohonan SIKM Ditolak
    Petugas memeriksa kelengkapan Surat Izin Keluar Masuk (SIKM) Jakarta pengendara di gerbang tol Cikupa, Kabupaten Tangerang, Banten. Antara Foto/Fauzan
    Jakarta: Lebih dari 630 ribu pengguna mengakses laman perizinan Surat Izin Keluar Masuk (SIKM) DKI Jakarta. Sebanyak 49.483 permohonan SIKM masuk hingga Rabu, 3 Juni 2020.

    "76,9 persen dari total permohonan atau 38.052 permohonan SIKM ditolak atau tidak disetujui," ujar Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP)
    Provinsi DKI Jakarta Benni Aguscandra dalam keterangan tertulis, Rabu, 3 Juni 2020.

    Hanya 8,6 persen atau 4.265 permohonan SIKM diterbitkan secara elektronik. Sebanyak 2.642 permohonan SIKM masih menunggu validasi penjamin atau penanggungjawab.

    Baca: 14.500 Kendaraan Diputar Balik karena Tak Punya SIKM

    Benni melihat masih banyak warga yang tak bijak mengajukan perizinan SIKM. Kebanyakan permohonan berasal mereka yang tak bekerja di 11 sektor diizinkan dan warga Jabodetabek. Kriteria ini tak bisa dan tak perlu mengajukan SIKM.

    38 Ribu Permohonan SIKM Ditolak

    Sesuai Peraturan Gubernur Nomor 47 Tahun 2020 tentang Pembatasan Berpergian Keluar dan/atau Masuk Provinsi DKI Jakarta dalam Upaya Pencegahan Penyebaran Covid-19, warga yang ingin masuk atau Jakarta harus memiliki SIKM. Mereka yang diberi izin tersebut harus dalam penugasan atau bidang pekerjaan di sebelas sektor yang diizinkan selama pandemi covid-19.

    Warga yang ingin mengurus SIKM diminta mengisi formulir permohonan secara daring melalui corona.jakarta.go.id. Formulir harus dilengkapi sejumlah persyaratan seperti surat pengantar dari Ketua RT yang diketahui Ketua RW tempat tinggalnya dan surat pernyataan sehat bermaterai.

    Warga juga wajib melampirkan surat keterangan perjalanan dinas keluar Jabodetabek dan surat keterangan bekerja bagi setiap orang yang tempat kerjanya berada di luar Jabodetabek. Sementara bagi pelaku usaha, harus menyetorkan surat keterangan memiliki usaha di luar Jabodetabek yang diketahui pejabat berwenang. Kemudian untuk warga negara asing harus memiliki KTP-el dan izin tinggal tetap.



    (SUR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id