Cegah Pelecehan Anak, Rekrutmen Petugas RPTRA Akan Diperketat

    Christian - 19 November 2020 15:51 WIB
    Cegah Pelecehan Anak, Rekrutmen Petugas RPTRA Akan Diperketat
    Ilustrasi RPTRA Anggrek, Cempaka Putih, Jakpus, dibuka Senin, 19 Oktober 2020. Foto: Medcom.id/Christian
    Jakarta: Suku Dinas Pemberdayaan Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk (PPAPP) Jakarta Pusat akan memperketat perekrutan pegawai pengelola ruang publik terpadu ramah anak (RPTRA). Hal ini untuk mencegah pelecehan seksual terhadap anak, seperti yang terjadi di RPTRA Meruya Utara, Kembangan, Jakarta Barat, beberapa waktu lalu.

    "Kejadian di Jakarta Barat itu jadi pembelajaran kami. Dengan screening itu dapat mendeteksi jika adanya kelainan terhadap calon petugas RPTRA," ujar Kepala Seksi Pemberdayaan Sudin PPAPP, Bangun Manalu, saat dihubungi, Jakarta, Kamis, 19 November 2020.

    Bangun mengatakan wawancara terhadap calon petugas RPTRA akan lebih mendalam untuk mencegah adanya perilaku menyimpang di kemudian hari. Pihaknya juga akan menggencarkan sosialisasi pencegahan pelecehan seksual kepada pengelola RPTRA di Jakarta Pusat.

    "Perekrutan tahun ini kita lakukan, dan pelatihan pencegahan kekerasan seksual akan dilakukan mulai tahun depan," terang dia.

    Dia berharap pelatihan itu membuat pengelola RPTRA dapat lebih peka dengan praktik kekerasan seksual yang ada di lingkungan sekitarnya. Jika petugas menemukan tindakan kekerasan seksual, mereka bisa langsung melaporkan ke pihak berwajib.

    "Kami berharap petugas pengelola RPTRA nantinya merupakan sosok yang dapat diterima masyarakat dan memberi jaminan terhadap anak-anak dan remaja," ujar dia.

    Baca: Kasus Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak di Tasikmalaya Meningkat

    Sebelumnya, petugas honorer RPTRA, ML, 49, melecehkan seorang anak remaja, AA, 14. Pelecehan itu dilakukan di salah satu ruangan Kantor RPTRA Meruya Utara.

    Korban sering bermain dan bertemu pelaku di RPTRA tersebut. Pelaku kemudian mendekati korban untuk melancarkan aksi bejatnya.

    Pelaku diketahui sudah 20 kali melecehkan korban. Tindak kekerasan seksual itu diketahui orang tua korban, setelah melihat pesan singkat yang dikirim pelaku. ML kemudian ditangkap jajaran Polsek Kembangan pada 17 Oktober 2020.

    (AZF)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id