25% Penyandang Disabilitas di Jakarta Memperoleh Bantuan Covid-19 Tak Sesuai

    Fachri Audhia Hafiez - 01 Desember 2020 16:29 WIB
    25% Penyandang Disabilitas di Jakarta Memperoleh Bantuan Covid-19 Tak Sesuai
    Ilustrasi penyandang disabilitas. (Foto: MI/Ramdani)
    Jakarta: Survei Indonesia Corruption Watch (ICW) mecatat 25 persen penyandang disabilitas menerima bantuan pandemi covid-19 yang tidak sesuai. Survei ini dilakukan terhadap 120 penyandang disabilitas di Jakarta yang terdampak covid-19.

    "Terdapat 30 responden (25 persen) yang menilai bentuk dan jumlah bansos yang diberikan belum sesuai dengan informasi yang diketahui," kata peneliti ICW Dewi Anggraeni dalam rilis virtual 'Hasil Survei Distribusi Bantuan Sosial untuk Penyandang Disabilitas di DKI Jakarta', Selasa, 1 Desember 2020.

    Ketidaksesuaian itu meliputi pengurangan bantuan sosial (bansos) sebanyak 18 responden, kualitas bansos tidak layak 10 responden, dan tiga responden yang seharusnya menerima uang tetapi diberikan sembako. ICW juga mencatat keluhan responden terkait pengurangan jatah bansos.

    Keluhan itu meliputi dari tiga kardus sembako yang mestinya diterima menjadi hanya dua kardus, beras 25 kilogram (kg) menjadi 10 kg, dan tidak memperoleh biskuit. Kemudian, pengurangan jumlah sarden dari empat menjadi dua kaleng, minyak goreng hanya satu kg dari dua kg yang dijanjikan, dan nominal sembako berkurang dari Rp300 ribu menjadi Rp150 ribu.

    ICW menyampaikan dari 30 responden penerima bansos yang tidak sesuai itu, hanya empat yang melaporkan peristiwa ini ke media, lembaga swadaya masyarakat, dan rukun tetangga (RT) setempat. Sisanya tidak melapor.

    "Hanya satu responden yang melapor ke RT. Responden menyebut bahwa RT hanya mencatat tanpa memberi informasi lebih lanjut," ujar Dewi.

    Atas temuan itu, ICW merekomendasikan pemberian bansos disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan penyandang disabilitas. Pasalnya, pemerintah pusat dan daerah mempunyai beragam jenis bansos yang nominalnya berbeda.

    Pemerintah juga diminta menyediakan kanal informasi terkait bansos satu pintu yang mudah dan ramah untuk disabilitas. Kanal pengaduan bansos harus lebih masif disosialisasikan kepada warga, khususnya penyandang disabilitas.

    "Mengingat penyandang disabilitas adalah kelompok rentan dan mempunyai kebutuhan yang berbeda, dibuat jenis bansos khusus untuk penyandang disabilitas," kata Dewi.

    Baca: Survei: 74% Penyandang Disabilitas di Jakarta Terdampak Covid-19

    Survei ini dihimpun dari 120 responden. Surveyor dari penyandang disabilitas yang tergabung dalam Himpunan Wanita Disabilitas Indonesia (HWDI) Jakarta, Gerakan untuk Kesejahteraan Tunarungu Indonesia (Gerkatin) Jakarta, Perhimpunan Jiwa Sehat (PJS), Perkumpulan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) Jakarta, dan Persatuan Tunanetra Indonesia (Pertuni) Jakarta.

    Populasi survei ini ialah penyandang disabilitas yang menerima bantuan sosial, penyandang disabilitas yang memiliki kontak atau bisa dihubungi melalui telepon atau WhatsApp, dan berusia minimal 17 tahun. Survei dilaksanakan pada 14-20 Oktober 2020.

    (AZF)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id