MRT Bantah Stasiun Jadi Tempat Transaksi Narkoba

    Sri Utami - 12 November 2019 15:49 WIB
    MRT Bantah Stasiun Jadi Tempat Transaksi Narkoba
    Depo rangkaian kereta Moda Raya Terpadu (MRT) di Lebak Bulus, Jakarta. Foto: MI/Susanto
    Jakarta: PT Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta membantah stasiun moda raya terpadu menjadi tempat transaksi narkoba. Hal ini sekaligus menyangkal penangkapan kurir narkoba di Stasiun MRT Haji Nawi, Cilandak, Jakarta Selatan. 

    "Berdasarkan rapat koordinasi kami dengan Polsek Cilandak, kami menegaskan penangkapan tersangka kurir narkoba tersebut terjadi di luar Stasiun MRT Haji," kata Corporate Secretary Division Head PT MRT Jakarta Muhamad Kamaluddin di Jakarta, Selasa, 12 November 2019.

    Menurut dia, penangkapan kurir itu terjadi Rabu, 30 Oktober 2019, pukul 20:30 WIB. Pihak keamanan MRT saat ini sudah berkoordinasi intensif dengan Polsek Cilandak untuk pencegahan kasus serupa. 

    Petugas keamanan MRT bakal meningkatkan kewaspadaan. Pemeriksaan di titik masuk penumpang ke dalam stasiun-stasiun ditingkatkan. 

    Sebelumnya, sopir ojek daring MG, 21, ditangkap polisi karena mengedarkan narkoba jenis sabu. Dari tersangka, polisi menyita sabu 350 gram. Polsek Cilandak mendapat informasi di Stasiun MRTJ Haji Nawi, Kelurahan Cipete, sering terjadi transaksi narkoba.