Warga Ungkap Cara Anies dan Ahok Tangani Waduk Pluit

    Theofilus Ifan Sucipto - 18 Juni 2019 14:05 WIB
    Warga Ungkap Cara Anies dan Ahok Tangani Waduk Pluit
    Waduk Pluit, Jakarta Utara, mengalami pendangkalan. Foto: Medcom.id/Theofilus Ifan Sucipto.
    Jakarta: Waduk Pluit yang sempat dinormalisasi kini mengalami pendangkalan. Akibatnya, aroma tidak sedap muncul dan mengganggu warga.

    Pantauan Medcom.id, 13 mesin pengeruk telah beroperasi sejak pagi. Mereka tak henti mengeruk lumpur lalu menumpahkannya ke pinggir waduk. Sedangkan satu mesin lainnya belum digunakan.
     
    Pengerukan itu membuat endapan lumpur muncul ke permukaan. Endapan tersebut bercampur dengan aneka sampah dan terlihat seperti pulau-pulau kecil. Campuran lumpur dan sampah membuat air di Waduk Pluit berwarna hitam.
     
    Aktivitas pengerukan ini menarik perhatian warga sekitar. Mereka mengeluhkan pengerukan tersebut yang dinilai kurang efektif untuk mencegah luapan air.
     
    Salah satu warga yang melintas di dekat Waduk Pluit, Winda, 32, menilai pengerukan waduk belum cukup mengantisipasi banjir. Apalagi, kata Winda, pengerukan tersebut membuat bau yang tak sedap.
     
    "Namanya juga lumpur diambil lalu kena angin baunya tidak keruan," kata Winda saat berbincang dengan Medcom.id di lokasi.
     
    Sementara itu, warga lainnya, Subrata, 54, membandingkan kinerja Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dengan mantan Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. Subrata menyebut Ahok telah memperindah Waduk Pluit.
     
    "Dari zaman Ahok (waduknya) sudah rapi. Anies cuma lihat doang," kata Subrata saat berbincang dengan Medcom.id.
     
    Subrata menyebut saat Ahok menjadi gubernur, warga meminta Waduk Pluit dibersihkan. Bersihnya waduk membuat banjir tidak terjadi saat musim hujan. "Musim hujan biasanya banjir. Tapi waktu ditangani Ahok jadi tidak banjir," ujarnya.
     
    Selain itu, lanjut Subrata, jika hujan tidak berhenti dan air mulai meluap, Ahok menyiapkan strategi lainnya. Sejumlah pompa disiapkan untuk menyedot air waduk agar tidak meluap. "Lalu kalau hujan tidak berhenti, airnya disedot sehingga tidak meluap," ujar Subrata.

    Baca: Bau dari Waduk Pluit Ganggu Warga

    Dia menyayangkan pernyataan Anies soal air yang harus dibuang ke tanah dan bukan ke laut. Menurut Subrata, hal tersebut tidak efektif lantaran tanah di Jakarta sudah semakin berkurang.
     
    Pria yang tinggal di Penjaringan, Jakarta Utara tersebut juga membandingkan kesigapan Anies dan Ahok dalam mengantisipasi banjir. Subrata mengatakan Ahok turun ke lapangan untuk meninjau dan berpikir sebelum mengambil kebijakan.
     
    "Anies memang turun ke lapangan. Tapi mana ada gubernur yang membersihkan sampah pakai tangan. Harusnya kan pakai mesin. Bisa-bisanya dia (Anies) saja," tutur Subrata.
     
    Meski begitu, dia berharap pengerukan yang kadung dikerjakan membuahkan hasil. Selain mencegah banjir, dia ingin Waduk Pluit kembali sedap dipandang.
     
    Subrata membayangkan air di Waduk Pluit jernih dan tidak bau. Dia yakin masyarakat bakal betah berlama-lama menikmati pemandangan.
     
    "Kalau sekarang banyak sampah, angin lewat, jadi bau. Orang juga malas di sini," pungkas dia.



    (FZN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id