Warga Berdiam di Waduk Pluit Tanpa Surat Tanah

    Ilham Pratama Putra - 20 Juni 2019 13:19 WIB
    Warga Berdiam di Waduk Pluit Tanpa Surat Tanah
    Permukiman padat di sekitar Waduk Pluit, Jakut. Foto: Medcom.id/Ilham Pratama Putra.
    Jakarta: Warga RT 16/RW 17, Kelurahan Penjaringan, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara (Jakut) tak miliki surat-surat lengkap terkait kediamannya. Mereka yang memadati pinggiran Waduk Pluit hanya bermodal surat izin bangunan.

    "Surat izin bangunan ada. Tapi, kalau surat tanah kita enggak ada satu pun di sini yang punya. Di sini kan semua tanahnya pemerintah," kata seorang warga, Eli, kepada Medcom.id, Kamis, 20 Juni 2019.

    Eli tak menjelaskan detail izin bangunan yang dimiliki. Namun, dia menyatakan siap jika sewaktu-waktu harus direlokasi Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta. Namun, dia mengajukan satu syarat.

    "Direlokasi di sekitar sini, enggak keluar dari Penjaringan, ya kawasan Muara Baru sajalah," ungkap dia.

    Bagi warga Waduk Pluit, relokasi masih berupa desas-desus. Hingga saat ini, belum ada perwakilan Pemprov DKI yang menyambangi mereka.

    "Tapi belum ada yang beri tahu kita harus pindah seperti zaman Pak Ahok (eks Gubernur Basuki Tjahaja Purnama) yang merelokasi ke Merunda (Cilincing, Jakut). Pak Anies (Gubernur Anies Baswedan) belum pernah ke sini. Berarti kita masih dibiarkan, ada kelonggaran," jelas Eli.

    Wakil Ketua RT 16 Wandi membenarkan yang disampaikan warganya. Meski paham keberadaan mereka melanggar Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Permen PUPR) Nomor 28 Tahun 2015 tentang Penetapan Garis Sempadan Sungai dan Garis Sempadan Danau, warga cuek saja.

    Baca: Warga Waduk Pluit Dalam Bahaya

    "Ya saya tahu kita tidak boleh dirikan bangunan di sini meski ada izin bangunan. Ya nanti kita ikut aturan pemerintah saja kalau harus dibongkar dan dipindah. Tapi kan sampai sekarang aman saja. Itu yang saya enggak ngerti, toh kita dapet listrik, terus juga ada PAM kan di sini," ujar Wandi. 

    Pantauan Medcom.id, permukiman Waduk Pluit tampak padat. Rumah semipermanen berbahan kayu maupun tripleks saling menempel satu sama lain. Jalanan dalam permukiman pun hanya memiliki lebar 70 hingga 100 cm. 

    Jarak rumah ke pinggir waduk dengan kedalaman 50 meter itu hanya berkisar tiga meter. Berdasar Permen PUPR Nomor 28 Tahun 2015, mereka sejatinya melanggar aturan pendirian bangunan di jarak 30 meter dari pinggir sungai ataupun waduk di dalam kota.



    (OGI)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id