• DONASI PALU/DONGGALA :
    Tanggal 23 NOV 2018 - RP 51.179.914.135

  • Salurkan Donasi Anda: (BCA - 309.500.6005) A/n Yayasan Media Group

  • Salurkan Donasi Anda: (Mandiri - 117.0000.99.77.00) A/n Yayasan Media Group

  • Salurkan Donasi Anda: (BRI - 0398.01.0000.53.303) A/n Yayasan Media Group

BPK Diminta Audit Kunker DPRD DKI

Nur Azizah - 07 Desember 2018 12:47 wib
Ilustrasi rapat anggota DPRD DKI Jakarta - MI/Yanurisa Ananta.
Ilustrasi rapat anggota DPRD DKI Jakarta - MI/Yanurisa Ananta.

Jakarta: Koalisi Rakyat Pemerhati Jakarta Baru (Katar) meminta Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI melakukan audit investigasi kunjungan kerja (Kunker) DPRD DKI Jakarta. Kunker anggota dewan dinilai hanya menghabiskan anggaran.

"Saya minta ini diaudit investigasi agar itu terungkap penggunaan benar atau tidak," kata Ketua Katar Sugiyanto saat dihubungi Medcom.id, Jakarta, Jumat, 6 Desember 2018.

Sugiyanto ingin tahu hasil kunker selama setahun ini. Siapa saja yang pergi, ke mana saja, hingga jumlah anggarannya.

"Kalau dilakukan audit kan nanti kelihatan jelas. Kunker tiap Minggu masa enggak dan penyimpangan. Saya ingin BPK membuktikan itu," tandas dia. 

Sekretariat DPRD DKI Jakarta menganggarkan sekitar Rp90 miliar untuk kunker anggota DPRD selama satu tahun. Anggaran itu untuk kunker per komisi hingga kunker ke sister city. 

Dalam situs apbd.jakarta.go.id Kunjungan Kerja Komisi-Komisi DPRD Provinsi DKI Jakarta sebesar Rp88,9 miliar. Ada pula anggaran 'Kunjungan kerja Sister City dan kunjungan balasan DPRD Provinsi DKI Jakarta' senilai Rp1,23 miliar. Begitu ditotal, anggarannya Rp90,13 miliar. 

(Baca juga: Biaya Kunker DPRD DKI Dipangkas Rp40 Miliar)

Dikonfirmasi perihal itu, Sekretaris Dewan DPRD DKI Jakarta M. Yuliadi menjelaskan kunjungan kerja anggota dewan sudah diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 18 tahun 2017 Pasal 20. Untuk tahun ini, kunker DPRD ke luar negeri baru satu kali dari jatah yang ada. 

"Jatah satu orang itu tiga kali terbang (ke luar negeri) tapi baru satu kali. Itu sekitar pertengahan tahun," kata Yuliadi.

Dia menyebut, anggota DPRD tak bisa ujug-ujug ke luar negeri. Mereka harus mendapatkan undangan dari negara tujuan. 

"Kalau enggak ada undangan ya tidak boleh jalan dari Kementerian Dalam Negeri. Makanya kenapa tahun ini baru sekali jalan karena memang belum ada undangan," tambah dia.

Hingga saat ini, negara yang sudah dikunjungi anggota dewan ialah Turki, Spanyol, Italia, dan Belanda. "Setiap perjalanan hanya boleh lima orang (yang berkaitan dengan tema undangan) dengan pendamping maksimal dua orang," pungkas dia.






(REN)


BACA JUGA
BERITA LAINNYA

Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.