Pansus Banjir DKI Bekerja Pertengahan Maret

    Putri Anisa Yuliani - 27 Februari 2020 11:57 WIB
    Pansus Banjir DKI Bekerja Pertengahan Maret
    Ilustrasi Gedung DPRD DKI Jakarta. MI/Panca Syurkani
    Jakarta: DPRD DKI Jakarta membentuk Panitia Khusus (Pansus) Banjir. Pansus masih di tahap pembentukan dan diharap mulai bekerja pertengahan Maret 2020. Pansus bakal mencari sebab banjir yang berulang kali terjadi.

    "Satu dua minggu ini mungkin pansus akan terbentuk," kata Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Zita Anjani menyebut dalam di Jakarta, Kamis, 27 Februari 2020.

    Jumlah anggota pansus termasuk ketua dan sekretaris akan berjumlah 25 orang. Ketua DPRD DKI Prasetyo Edi mengirimkan surat kepada setiap fraksi memilih nama yang diutus. Jumlah utusan sebanding dengan perolehan kursi di DPRD DKI.


    Pansus Banjir DKI Bekerja Pertengahan Maret
    Kawasan Istana Kepresidenan terimbas banjir. Dok: Menteri Sekretaris Kabinet Pramono Anung

    Fraksi PDIP menjadi fraksi terbanyak mendapat jatah jumlah anggota pansus, yakni enam orang, diikuti Fraksi Partai Gerindra lima orang, dan PKS empat orang. PSI, Partai Demokrat, Partai NasDem, dan PAN akan mendapat jatah kursi di pansus masing-masing dua orang. Fraksi Partai Golkar dan Fraksi Partai PKB-PPP akan mendapat jatah masing-masing satu kursi.

    Fokus kerja


    Pansus akan menyelidiki berulangnya banjir di Jakarta sepanjang 1 Januari-Februari 2020. Dewan mencatat Ibu Kota sudah tujuh kali diterjang banjir. Bahkan, banjir pada Selasa, 25 Februari hingga kini belum surut di beberapa wilayah

    Baca: Anies Klaim Banjir Telah Surut 100%

    "Nanti kita tetapkan mekanisme pemeriksaannya seperti apa. Bisa saja memanggil jajaran Dinas Sumber Daya Air, juga dinas yang lain yang terkait, juga para ahli," ujar dia.

    Hasil akhir pansus memang berupa rekomendasi yang punya kekuatan hukum kuat. Pemprov DKI harus menjalankan rekomendasi itu.

    DPRD DKI Jakarta memutuskan membuat pansus guna menyelidiki bencana banjir di Jakarta yang lebih parah dari tahun sebelumnya. Banjir tidak lagi merendam wilayah yang berdekatan dengan sungai. Banyak permukiman yang tidak dilalui sungai ikut tergenang.

    Banjir juga muncul karena hujan lokal dalam hitungan jam saja. Hal ini sudah membuat kehidupan warga Jakarta mengkhawatirkan dan menimbulkan rasa tidak aman.

    Baca: Sindiran Keras Komisi V ke Program Naturalisasi Anies

    (SUR)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id