BMKG Sebut Faktor Lingkungan Memengaruhi Banjir Jakarta

    Fachri Audhia Hafiez - 22 Februari 2021 08:50 WIB
    BMKG Sebut Faktor Lingkungan Memengaruhi Banjir Jakarta
    Ilustrasi banjir di Jakarta. Medcom.id/Zaenal Arifin
    Jakarta: Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut ada sejumlah faktor yang menyebabkan banjir di DKI Jakarta. Selain curah hujan di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek), faktor lingkungan Ibu Kota turut memengaruhi.

    "Hujan yang jatuh di sekitar Jabodetabek, yang bermuara di Jakarta, kemudian hujan yang jatuh di Jakarta sendiri serta ada pasang laut. Selain itu, daya dukung lingkungan juga sangat berpengaruh," kata Deputi Bidang Meteorologi BMKG Guswanto dalam keterangan tertulis, Senin, 22 Februari 2021.

    Menurut Guswanto, curah hujan DKI Jakarta pada Februari 2021 masih lebih rendah dibandingkan pada Januari 2020. Selain itu, puncak musim hujan diperkirakan masih terjadi hingga awal Maret 2021.

    BMKG juga memprediksi hujan masih mengguyur seluruh wilayah Indonesia. Intensitas hujan diperkirakan tinggi disertai kilat, petir, dan angin kencang.

    Kondisi ini terjadi mulai dari Aceh, Sumatra Utara, Sumatra Barat, Sumatra Selatan, Banten, dan DKI Jakarta . Kemudian, hampir semua wilayah di Kalimantan, Sulawesi, Maluku, Maluku Utara, Papua, dan Papua Barat bakal terdampak.

    Baca: Banjir Lagi, Pemprov DKI Mesti Segera Membebaskan Lahan di Bantaran Sungai

    Masyarakat juga diimbau mewaspadai peningkatan gelombang laut tinggi di sejumlah perairan di wilayah Indonesia hingga 24 Februari 2021. Gelombang laut setinggi 2,5 hingga 4 meter yang masuk kategori tinggi terjadi di sejumlah perairan.

    Perairan itu meliputi perairan utara Sabang-Selat Malaka bagian utara, perairan barat Lampung, dan Samudra Hindia Barat Pulau Enggano. Berikutnya, perairan Selatan Pulau Jawa, hingga Nusa Tenggara Barat (NTB), Selat Bali-Lombok-Alas bagian selatan, dan Samudra Hindia selatan Pulau Jawa.

    Kepala BMKG Dwikorita Karnawati meminta masyarakat mewaspadai potensi kondisi cuaca buruk tersebut. Cuaca ekstrem ini berpotensi menimbulkan bencana alam hidrometeorologi.

    "Berhati-hati terhadap dampak cuaca ekstrem seperti banjir, banjir bandang, tanah longsor, angin kencang, dan gelombang tinggi," kata Dwikorita.

    (SUR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id