Ratusan Pasukan Oranye Bersihkan Sampah Sisa Demonstrasi

    Nur Azizah - 25 September 2019 10:52 WIB
    Ratusan Pasukan Oranye Bersihkan Sampah Sisa Demonstrasi
    Ilustrasi- demonstrasi mahasiswa di depan Gedung DPR, Selasa, 24 September 2019. ANT/M Adimaja.
    Jakarta: Pemprov DKI Jakarta memastikan ibu kota kembali bersih usai demonstrasi pada 24 September 2019. Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta langsung membersihkan sampah usai aksi di sekitar Gedung MPR/DPR.

    Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Andono Warih mengatakan pasukan oranye mulai bekerja setelah massa membubarkan diri. Sebanyak 100 personel pasukan oranye telah bersiaga sejak demonstrasi digelar.

    “Jam 23.00 WIB kami mulai bergerak membersihkan. Pagi ini tinggal finishing,” kata Andono, Jakarta, Rabu, 25 September 219.

    Dinas Lingkungan Hidup DKI juga mengerahkan 10 unit mobil penyapu jalan. Sebanyak dua truk sampah jenis compactor, lima truk sampah jenis typer, dan empat mobil pikap pengawas kebersihan kota juga dikerahkan.

    “Sampah yang terkumpul mencapai 80 meter kubik atau sekitar 17 ton,” kata Andono.

    Tumpukan sampah juga terkonsentrasi di di Jalan Gatot Subtoto, Gerbang Pemuda, dan Semanggi. “Umumnya sampah berupa batu-batu, kayu dan sisa makanan,” katanya.

    Ribuan mahasiswa menggelar aksi penolakan pengesahan Rancangan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (RKUHP). Mereka juga menolak RUU Perubahan UU Nomor 12 Tahun 1995 Tentang Pemasyarakatan dikukuhkan karena melonggarkan hukuman bagi koruptor.
     
    DPR menanggapi aspirasi mahasiswa. DPR menunda pengesahan RUU KUHP dan RUU Pemasyarakatan. Ketua DPR Bambang Soesatyo menyebut sikap itu diambil karena mendengar aspirasi masyarakat dan mahasiswa.
     
    Demonstrasi masih berlangsung hingga jelang sore. Mahasiswa dari beberapa universitas di Indonesia itu memaksa masuk ke dalam Gedung Parlemen. Sontak, kericuhan pecah saat polisi menghalau demonstran menggunakan mobilwater cannondan gas air mata.
     
    Massa sempat melawan dengan melemparkan batu. Para demonstran mundur dan berpencar ke sejumlah titik di sekitar Gedung Parlemen. Menjelang malam, situasi di sekitar Gedung DPR mencekam.
     
    Sekelompok massa membakar pos polisi Palmerah dan pos polisi di Jalan Gerbang Pemuda yang berada tak jauh dari Gedung DPR.Kericuhan antara mahasiswa dan polisi juga sempat pecah di sekitar Jembatan Semanggi.




    (DRI)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id