Pengusaha Garmen Mulai Meninggalkan Bekasi

    Gana Buana - 29 Januari 2018 08:42 WIB
    Pengusaha Garmen Mulai Meninggalkan Bekasi
    ilustrasi pekerja garmen. Foto: Antara/Rezza Estily
    Bekasi: Pengusaha garmen mulai meninggalkan Kota Bekasi. Mereka tidak sanggup membayar gaji karyawan sesuai upah minimum kota (UMK) Bekasi Rp3,9 juta per bulan.
     
    Sudah sepuluh pengusaha garmen yang memindahkan lokasi usahanya ke luar Kota Bekasi guna mendapatkan UMK yang lebih rendah.
     
    Sekretaris Dinas Ketenagakerjaan Kota Bekasi, Herri Ismiraldi mengatakan, keluhan besaran UMK sudah disampaikan para pengusaha sejak 2017 saat UMK ditetapkan Rp3,6 juta per bulan.
     
    "Tahun lalu mereka sudah goyang. Mereka hanya mampu mengupah karyawan Rp3,1 juta per bulan sesuai dengan keringanan dari gubernur Jawa Barat," kata Herri dikutip dari Media Indonesia, Senin, 29 Januari 2019.
     
    Kala itu, sambungnya, meski tidak sampai gulung tikar, para pengusaha masih bisa beroperasi di Bekasi lantaran diberi keringanan oleh gubernur Jawa Barat. Namun, kini dengan besaran UMK yang baru, para pengusaha itu angkat tangan.

    Baca: UMK Bekasi Lebih Tinggi daripada UMP DKI Jakarta

    Di saat yang bersamaan, industri garmen pun sedang lesu. Alhasil, pendapatan yang diraup belum mampu membayar penyetaraan UMK di Kota Bekasi.
     
    "Memang sedang sepi order. Karena itu, mereka tetap ingin bertahan dengan cara pindah ke lokasi di luar Kota Bekasi," ujar Herri.
     
    Namun, sebelum pindah ke wilayah lain, perusahaan-perusahaan itu telah memenuhi kewajiban kepada para karyawan mereka. "Sudah terpenuhi semua, pesangon dan hal lainnya sudah dipenuhi," tegasnya.
     
    Sejauh ini, kata Herri, inflasi di Kota Bekasi masuk kategori terendah nomor satu se-Jawa Barat. Per awal Januari 2018, inflasi di Kota Bekasi berada di posisi 0,03%.
     
    Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kota Bekasi Kosim mengatakan, pemerintah dalam posisi dilematis. Pemerintah berusaha menyejahterakan para buruh, namun di sisi lain, mereka harus memikirkan keberlangsungan hidup pengusaha agar usaha mereka tetap berjalan.
     
    "Dengan pengesahan UMK, artinya sudah setuju satu sama lain. Jadi, tidak ada masalah," kata Kosim.



    (FZN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id