Menyisir Cerita di Makam Peninggalan Belanda

    Nur Azizah - 30 Juni 2017 10:46 WIB
    Menyisir Cerita di Makam Peninggalan Belanda
    Sejumlah turis mancanegara mengunjungi Museum Prasasti, Jakarta Pusat.--Metrotvnews.com--Nur Azizah
    medcom.id, Jakarta: Menelusuri Museum Prasasti seperti berada di ratusan tahun silam. Setiap jengkal batu nisan menyimpan narasi panjang para tokoh, dan kemajuan Kota Jakarta.

    Yang paling melegenda kisah kematian Pieter Erberveld. Di sebuah tembok tua bercat putih kusam terdapat tulisan kuno berbunyi:

    "Sebagai kenang-kenangan yang menjijikkan atas dihukumnya sang pengkhianat Pieter Elberveld. Karena itu dipermaklumkan kepada siapapun, mulai sekarang tidak diperkenankan untuk membangun dengan kayu, meletakan batu bata dan menanam apapun di tempat ini dan sekitarnya. Batavia, 14 April 1722."

    Di atas sebidang tembok itu terpancang sebuah tengkorak yang menghadap ke langit. Pieter dibunuh dengan sadis. Pria keturunan Jerman ini dieksekusi mati, lantaran dituduh memimpin konspirasi untuk membunuh anggota VOC.

    Baca: Selamat Ulang Tahun Jakarta

    Cerita lain mengatakan, kematian Pieter dikarenakan unsur politik. Ayah Pieter, Peter Elberfeld merupakan juragan tanah yang hendak membeli seluruh tanah di Batavia. "Khawatir Belanda terusir maka muncullah skenario pembunuhan itu," cerita Yudi di Museum Prasasti, Jakarta Pusat, Kamis 29 Juni 2017.

    Menyisir Cerita di Makam Peninggalan Belanda
    Museum Prasasti, Jakarta Pusat.--Metrotvnews.com--Nur Azizah


    Berjalan lebih jauh, warga akan menemukan makam Rimsdijk. Dia adalah Gubernur Jenderal Hindia Belanda paling kaya.

    Baca: Monas, Riwayat Mu Dulu

    Kediamannya di Tanjung Timur menjadi rumah paling mentereng se-Batavia. Ia juga dikenal sebagai tuan tanah.

    Menyisir Cerita di Makam Peninggalan Belanda
    Sejumlah turis mancanegara mengunjungi Museum Prasasti, Jakarta Pusat.--Metrotvnews.com--Nur Azizah


    Salah satu lahan miliknya berada di kawasan Tanah Abang yang telah dihibahkan sebagai kawasan pemakaman. Sekarang dikenal sebagai Museum Prasasti.

    Baca: Jakarta, Soekarno dan Nasib Bemo

    Awalnya, museum ini digunakan sebagai pemakaman khusus orang asing di Batavia. Pemakaman yang terletak di Kebon Jahe Kober ini kemudian berkembang menjadi pemakaman yang prestisius.

    Menyisir Cerita di Makam Peninggalan Belanda
    Museum Prasasti, Jakarta Pusat.--Metrotvnews.com--Nur Azizah

    Banyak orang terkenal, pejabat penting, dan pelaku sejarah dikuburkan di sana. Hingga akhirnya pada 9 Juli 1977 diresmikan sebagai Museum Prasasti.



    Jadi Tempat Wisata Sejarah

    Menjelajah makam kuno ternyata memberikan pengalaman wisata sekaligus memperkaya sejarah masa lampau. Cerita-cerita di balik batu nisan mampu memikat para pengunjung.

    Tak hanya pengunjung dari dalam negeri, turis mancanegara pun tak pernah absen. Seperti yang dilakukan Kelly dan Lucero.

    Kelly, warga Brasil ini tampak antusias mendengarkan cerita para tokoh terdahulu. Dia pun kegirangan saat melihat replika peti Presiden pertama RI Soekarno.

    "Saya sangat menyukainya. Saya membaca sejarah tentang dia. Dia tokoh yang sudah membangun kota paling penting ini," pungkas Kelly.

    Menyisir Cerita di Makam Peninggalan Belanda
    Museum Prasasti, Jakarta Pusat.--Metrotvnews.com--Nur Azizah

    Museum Prasasti bisa menjadi salah satu destinasi warga Jakarta. Warga hanya perlu membayar tiket Rp5 ribu per orang. Museum yang berada di belakang kantor Wali Kota Jakarta Pusat ini buka setiap Selasa hingga Minggu.



    (YDH)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id