Gerindra Kekeh Ingin Kursi Wagub DKI

    Cindy - 07 Januari 2020 14:26 WIB
    Gerindra Kekeh Ingin Kursi Wagub DKI
    Anggota Komisi D DPRD DKI Jakarta Syarif. Foto: MI/Galih Pradipta
    Jakarta: Partai Gerindra kekeh ingin kadernya menjadi salah satu calon wakil gubernur (wagub) DKI Jakarta. Partai besutan Prabowo Subianto itu meminta PKS segera memilih satu kader Gerindra agar proses pemilihan cawagub DKI cepat bergulir.

    "Empat nama yang kita ajukan dan kami berharap PKS memilih salah satunya. Kemudian kita bisa gerak," kata Anggota Fraksi Partai Gerindra DPRD DKI Jakarta Syarif di DPRD DKI, Jakarta Pusat, Selasa, 7 Januari 2020.
     
    Nama cawagub dari Gerindra akan disampaikan ke publik setelah PKS memilihnya dan ada surat keputusannya. "Sudah putus satu calon, tapi kan namanya enggak boleh dibocorkan. Dan itu autentikasinya, resminya, belum dikirim kepada gubernur. Sehingga, kita menunggu PKS," ucap dia.
     
    Di sisi lain, Syarif enggan mengurusi keputusan mantan Wakil Wali Kota Bekasi Ahmad Syaikhu yang kabarnya mundur dari bursa cawagub DKI. Menurut dia itu urusan internal PKS.
     
    "Itukan internal PKS, kita tidak bisa memberikan tanggapan apa pun. Yang paling penting segera diputuskan yang empat nama itu," pungkas dia.
     
    Kursi wagub DKI sudah kosong sejak 10 Agustus 2018. Sandiaga Uno yang menjadi wakil Anies Baswedan memutuskan mundur untuk maju ikut Pilpres .
     
    PKS sempat mengajukan dua nama untuk menjadi pendamping Anies, yakni Syaikhu, dan Sekretaris Umum DPW PKS DKI Jakarta Agung Yulianto. 
     
    Nama keduanya sudah diserahkan ke Anies. Sayangnya, DPRD DKI belum membuat panitia pemilihan (panlih) cawagub. 
     
    Gerindra kemudian menyodorkan empat cawagub, yaitu Sekretaris Daerah DKI Saefullah, Dewan Penasihat Gerindra Arnes Lukman, Wakil Ketua Umum Gerindra Ferry J Juliantono, dan Wakil Sekretaris Jenderal Gerindra Ahmad Riza Patria. Mereka tengah menunggu restu PKS.
     
    Sementara itu DPRD DKI masih menunggu surat resmi mengenai cawagub yang diajukan partai pengusung, yakni PKS, dan Gerindra. Panlih dibentuk bila surat sudah diterima Dewan. Panlih akan bertugas mengevaluasi para cawagub. 



    (AZF)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id