Epidemiolog Sarankan Live Music Hingga Karaoke di Jakarta Tak Dibuka

    Media Indonesia.com, Hilda Julaika - 15 Juni 2021 05:10 WIB
    Epidemiolog Sarankan <i>Live Music</i> Hingga Karaoke di Jakarta Tak Dibuka
    Ilustrasi korona. Medcom.id



    Jakarta: Epidemiolog dari Griffith University, Dicky Budiman, menyarankan live music di hotel hingga kafe termasuk rencana pembukaan tempat karaoke ditunda. Hal itu membahayakan sebab kasus covid-19 di Ibu Kota tengah melonjak tajam.

    "Itu sangat tidak tepat dalam situasi seperti ini. Ini namanya menggali lubang kubur ya. Nyanyi di rumah dululah, karena sangat berbahaya dan ini bukan kategori yang esensial," kata Dicky kepada Media Indonesia, Senin, 14 Juni 2021.

     



    Dicky menilai pengawasan ketat oleh pemilih usaha tak menjamin kepatuhan. Sebab, pemilik usaha berpotensi tidak maksimal mengawasi protokol kesehatan secara ketat.

    "Ini enggak mungkin pengetatan pengawasan oleh tempat usaha dalam respons situasi ini. Tidak terlalu berdampak karena situasinya sedang serius banget," tutur dia.

    Sementara itu, anggota DPRD DKI Fraksi PDI Perjuangan Gilbert Simanjuntak menilai live music dan tempat karaoke bisa dibuka. Namun, pengawasan di tempat usaha atau hiburan tersebut mesti ketat.

    (Baca: Kasus Covid-19 Tinggi, Wacana Pembukaan Tempat Karaoke Diminta Ditunda)

    "Sepertinya pilihan itu berat, karena pekerjanya umumnya tidak punya alternatif lain. Sebaiknya sesuai protokol yang dulu dengan pembatasan dan pengawasan ketat sehingga semua bisa berjalan tapi kasus covid-19 juga turun. Ini memang membutuhkan kesadaran masyarakat," ucap dia.

    Gilbert menyebut pemilik tempat usaha mesti menerapkan protokol kesehatan ketat. Termasuk, melakukan pengawasan yang jujur dan ketat.

    "Ya kerumunan yang harus diawasi, seperti semula tetap dibatasi dengan ketat," jelas dia.

    Kasus covid-19 di Ibu Kota melonjak tajam beberapa hari terakhir. Kasus aktif pada 6 Juni 2021 mencapai 11.500, sedangkan pada 13 Juni 2021 mencapai 17.400. Artinya dalam sepekan terjadi peningkatan 50 persen.

    Positivity rate di Jakarta juga meningkat tajam. Pekan lalu positivity rate 9 persen, sementara itu pada 13 Juni 2021 sudah mencapai 17 persen.

    (REN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id