Pansus Banjir DPRD DKI Temukan Sejumlah Masalah di Jakarta

    Putri Anisa Yuliani - 06 Oktober 2020 20:43 WIB
    Pansus Banjir DPRD DKI Temukan Sejumlah Masalah di Jakarta
    Ilustrasi bencana banjir. Medcom.id/M Rizal
    Jakarta: Panitia Khusus (Pansus) Banjir DPRD DKI Jakarta membahas permasalahan yang menjadi penyebab banjir parah di Jakarta yang terjadi pada Januari-Februari 2020. Salah satu permasalahan yang diakui Pemerintah Provinsi DKI Jakarta ialah banyaknya pompa yang rusak.

    "Dari paparan Dinas SDA (Sumber Daya Air), diketahui ada 40 unit pompa yang tidak bisa berfungsi karena dalam perawatan dan atau rusak karena terendam banjir," kata anggota Pansus Banjir dari Fraksi Partai NasDem Nova Harivan Paloh saat dihubungi Media Indonesia, Selasa, 6 Oktober 2020.

    Selain itu, Pemprov DKI mengakui kekurangan unit pompa portabel (mobile pump) di permukiman warga. Hal ini menyebabkan pengendalian genangan terhambat.

    Selain itu, Pansu Banjir DPRD DKI juga menerima laporan pembebasan lahan di sejumlah lokasi sungai dan waduk tersendat. Lahan yang harusnya dikerjakan untuk mengurangi limpasan air ke permukiman warga jadi terkendala.

    "Untuk masalah ini cukup sulit diatasi karena anggarannya tidak memungkinkan tahun ini," terangnya.

    Selain itu, banjir rob di pesisir Jakarta masih terjadi karena tanggul laut belum sepenuhnya dibangun. Nova mengatakan ada 33 kilometer lebih area pesisir Jakarta yang belum ditutupi oleh tanggul laut National Capital Integrated Coastal Development (NCICD).

    "Di Jakarta kira-kira kebagian membangun sekitar 14 kilometer lagi. Padahal seharusnya mungkin tinggal beberapa kilometer. Karena kan seharusnya itu ada jatah pengembang reklamasi tetapi karena reklamasi ada yang dibatalkan, kewajiban pengembang itu gugur dan dilimpahkan ke pusat dan DKI," terang Wakil Ketua Komisi D DPRD DKI itu.

    Tak hanya itu, pembuatan sumur resapan juga belum optimal berjalan. Hingga saat ini, Pemprov DKI belum memuculkan data perkantoran yang sudah memiliki sumur resapan.

    Dari banyaknya temuan Pansus Banjir DPRD DKI, Nova berpendapat masalah banjir akan sulit diselesaikan tahun ini. Sebab, beberapa masalah seperti pembangunan tanggul laut dan normaliasi membutuhkan dana cukup besar.

    Pansus Banjir DPRD DKI akan melanjutkan rapat selanjutnya pada Kamis, 10 Oktober 2020. Dewan berencana memanggil sejumlah ahli tata kota hingga lingkungan.

    "Mungkin untuk benchmarking soal penyelesaian banjir ini," tambahnya.

    (SUR)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id