Pemprov DKI Diminta Tata PKL di Kota Tua

    Antara - 22 November 2019 12:46 WIB
    Pemprov DKI Diminta Tata PKL di Kota Tua
    Warga berjalan di trotoar yang menjadi lokasi berjualan pedagang kaki lima (PKL) di kawasan Kota Tua, Jakarta, Sabtu (20/4/2019). Foto: Aditya Pradana Putra/Antara
    Jakarta: Pemprov DKI Jakarta diminta segera menata pedagang kaki lima (PKL) di kawasan wisata Kota Tua, Jakarta. PKL membuat sejumlah ruas jalan semrawut.

    "Harusnya diawasi dong, kan mereka akan ditata. Tapi kalau sudah masuk ke jalanan, enggak boleh," kata Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Mohamad Taufik, Jakarta, Jumat, 22 November 2019.

    Dinas di DKI harus saling bekerja sama menyelesaikan masalah ini. Khususnya, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Dinas Pariwisata, Kebudayaan DKI Jakarta, dan Dinas UMKM sebagai pengelola kawasan Kota Tua.

    "Harus ditata karena ini untuk pariwisata. Kalau teratur dan bersih wisatawan juga pasti lebih banyak," kata Taufik.

    Taufik mengatakan lapak PKL banyak memakan badan jalan. Akses pejalan kaki terganggu dan kemacetan tak terelakkan.

    Penataan PKL rencananya selesai pada November 2019. Namun, belum terlihat penataan apapun di kawasan tersebut.

    PKL menguasai ruas jalan kendaraaan bermotor di sekitar Kota Tua. Terlihat antrean orang menyatu dengan PKL di seberang Gedung BNI yang terletak di sebelah akses pintu keluar Stasiun Jakarta Kota, Jalan Kunir, dan sekeliling Kota Tua.

    Aktivitas jual beli antara pedagang, dan wisatawan kerap mengganggu akses jalan. Para pejalan kaki harus berdesak-desakan hanya untuk bisa melintas. (ADI)



    (AZF)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id