Car-free Day Ditiadakan, Pesepeda Masih Berkeliaran

    Anggi Tondi Martaon - 15 Maret 2020 10:38 WIB
    <i>Car-free Day</i> Ditiadakan, Pesepeda Masih Berkeliaran
    Warga beraktivitas di kawasan Bundaran HI walau car-free day ditiadakan. Medcom.id/Anggi Tondi Martaon
    Jakarta: Hari bebas kendaraan bermotor (HBKB) atau car-free day (CFD) di sepanjang Jalan MH Thamrin dan Jalan Jenderal Sudirman ditiadakan. Namun, masih banyak warga yang beraktivitas di jalan raya, terutama pengguna sepeda.

    Pantauan Medcom.id, mayoritas pengguna sepeda mengambil sisi sebelah kiri. Sedangkan kendaraan bermotor mengambil sisi tengah dan kanan jalan.

    Laju kendaraan bermotor terpantau sedang. Tapi, kondisi tersebut masih berbahaya bagi pengendara sepeda. Pesepeda pun mengaku was-was.

    "Agak takut juga sih karena bercampur dengan kendaraan bermotor," kata Eka yang bersepeda dari Blok M hingga Bundaran HI, Jakarta, Minggu, 15 Maret 2020.

    Petugas Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta patroli sepanjang Jalan Sudirman-MH Tamrin. Mereka menghimbau pengguna sepeda berhati-hati.

    "Dimohon agar pengguna sepeda mengambil sisi sebelah kiri," kata petugas dari mobil Dishub menggunakan pengeras suara.

    Rudi, salah satu petugas Dishub DKI Jakarta, menyebut pihaknya menyiagakan beberapa personel. Mereka mengimbau agar warga berhati-hati karena car-free day ditiadakan selama dua minggu.

    "Kami patroli dari depan Monas hingga Bundaran Senayan kemudian balik lagi," kata Rudi.

    <i>Car-free Day</i> Ditiadakan, Pesepeda Masih Berkeliaran
    Warga beraktivitas di kawasan Bundaran HI walau car-free day ditiadakan. Medcom.id/Anggi Tondi Martaon

    Pejalan kaki tetap di trotoar

    Selain itu, tak sedikit juga warga yang lari pagi sepanjang Jalan Sudirman-Thamrin. Mereka memilih jalur trotoar.

    Selain berolahraga, masih ada warga yang nekat beraktivitas di Bundaran HI. Mereka terlihat beristirahat sambil berfoto.

    Seperti yang dilakukan Arif, warga Tanjung Priok, Jakarta Utara. Dia mengajak saudaranya dari kampung melihat Bundaran HI.

    "Kebetulan dia besok mau balik. Jadi mengajak adik saya ke sini," kata Arif.

    Arif setuju jika Pemprov DKI Jakarta meniadakan CFD. Menurutnya, langkah itu sebagai salah satu upaya antisipasi wabah virus korona.

    "Tapi ya mau gimana lagi mas, saya nekat aja tetap ke sini," ujar dia.

    Pemerintah Provinsi DKI Jakarta meniadakan HBKB atau CFD selama dua pekan, 15-22 Maret 2020). Langkah itu diambil untuk mengantisipasi penyebaran virus korona (covid-19).



    (SUR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id