comscore

Nasdem Minta Pemprov DKI Tangani Serius Kasus Gizi Buruk

Antara - 11 Mei 2022 03:03 WIB
Nasdem Minta Pemprov DKI Tangani Serius Kasus Gizi Buruk
Ilustrasi. Penderita gizi buruk di DKI. Foto: Branda Antara.
Jakarta: Fraksi Nasional Demokrat (Nasdem) DPRD DKI Jakarta meminta Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memperhatikan kasus anak yang mengalami gizi buruk. Terlebih saat ini masih ditemukan penderita gizi buruk, seperti di Jakarta Barat.

"Ini harus menjadi perhatian serius bagi Pemprov DKI Jakarta. Kasus di Jakbar merupakan salah satu kasus di antara banyaknya kasus gizi buruk yang terjadi di DKI Jakarta, angka penderita kasus gizi buruk di DKI Jakarta tergolong tinggi," kata Ketua Fraksi NasDem DPRD DKI Jakarta Wibi Andrino di Jakarta, Selasa, 10 Mei 2022.
Wibi menjelaskan berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi DKI Jakarta pada 2020, jumlah balita yang memiliki gizi kurang sebanyak 6.047. Wilayah Jakarta Timur menjadi penyumbang kasus balita gizi buruk tertinggi sebanyak 1.826 orang.

Kemudian, penyumbang kedua terbanyak ialah wilayah Jakarta Barat sebanyak 1.823 balita. Disusul Jakarta Pusat 989 balita, Jakarta Utara 498 balita, dan terakhir Jakarta Selatan sekitar 108 balita.

Menurut Wibi, faktor terbesar dari kasus penderita gizi buruk adalah kualitas hidup yang rendah. Terlebih, saat pandemi covid-19 menyebabkan banyak masyarakat yang terkena pemutusan kerja sehingga berdampak pada ekonomi keluarga.

"Ekonomi keluarga tersebut berdampak pula terhadap pemberian nutrisi kepada anak-anak balita. Sehingga, nutrisi yang kurang diberikan kepada balita ini dampaknya sangat panjang. Hal ini akan mengakibatkan balita di DKI Jakarta rentan terhadap penyakit," jelas dia.

Baca: Legislator DKI Berencana Panggil Dinkes Minta Penjelasan Soal Hepatitis Akut

Pemprov DKI Jakarta harus lebih fokus dalam mengatasi permasalahan gizi buruk. Caranya, dengan serius mendata, pembinaan dan sosialisasi yang intens kepada masyarakat sehingga masalah gizi buruk dapat lebih cepat terdeteksi.

Selain itu, kata Wibi, Pemprov DKI Jakarta harus terus menggenjot percepatan pemulihan ekonomi agar kehidupan ekonomi masyarakat dapat kembali normal pascapandemi. Fraksi Partai Nasdem DPRD DKI Jakarta mendorong Dinas Kesehatan turun langsung ke masyarakat untuk memberikan pembinaan dan sosialisasi perihal gizi buruk. 

"Selain itu Dinas Kesehatan DKI Jakarta harus memberikan bantuan nutrisi anak di wilayah yang banyak menderita gizi buruk," tuturnya.

Sebelumnya, anak dari seorang warga bernama Maman yang berdomisili di Jalan Lingkungan III, Kecamatan Kalideres, Jakarta Barat, dikabarkan terpaksa harus menerima kenyataan melihat anaknya yang setiap hari mengalami perubahan bentuk fisik menjadi kurus. Maman mengaku tidak mengetahui penyebab yang dialami oleh anaknya, karena sejak usia 1,5 tahun tak mau makan seperti anak pada umumnya.

Lelaki berusia 39 tahun itu menjelaskan awal mula anaknya kurang gizi karena jatuh dan selama dua bulan tak mau makan. Ia sudah berusaha membawa pelita hatinya berobat ke puskesmas berulang kali, tapi tak ada perubahan. Tak puas ke Puskesmas karena tak ada perubahan, ia membawa anaknya ke klinik, tapi hasilnya pun sama.

(AGA)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id